in

Polri Minta Saifuddin Ibrahim Segera Serahkan Diri atau Ditangkap FBI

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes. Pol Gatot Repli Handoko SIK. (Foto : Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Polri masih terus berupaya menangkap tersangka kasus penistaan agama Saifuddin Ibrahim, yang diduga berada di Amerika Serikat (AS).

Setidaknya ada dua opsi penegakan hukum yang bakal dilakukan kepada tersangka.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes. Pol Gatot Repli Handoko SIK, menjelaskan bahwa opsi pertama adalah Saifuddin Ibrahim diminta menyerahkan diri untuk pulang ke Indonesia.

Jika tidak mau, masih ada opsi kedua. Yakni, Polri telah bekerja sama dengan FBI untuk menangkap tersangka di Amerika Serikat.

“Kita masih berkoordinasi dengan FBI, untuk proses pemulangan antara dia menyerahkan diri atau diamankan oleh FBI,” jelas Kabag Penum, Sabtu (14/5/2022), seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.

Ia melanjutkan bahwa pihaknya juga masih menunggu hasil koordinasi antara Hubinter Mabes Polri dengan FBI. Khususnya mengenai rencana pengembalian tersangka dari AS.

“Jadi intinya kepolisian masih berkoordinasi dengan FBI dalam hal ini pihak Hubinter terkait dilakukan proses pemulangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dr Ahmad Ramadhan, SH MH MSi, belum lama ini menjelaskan bahwa pihaknya bakal memproses pengajuan red notice ke Interpol untuk tersangka Saifuddin Ibrahim.

Adapun polisi menduga saat ini Saifuddin Ibrahim sedang berada di Amerika Serikat.

“Semua membutuhkan proses. Nanti red notice sudah dikeluarkan nanti akan kami sampaikan. Sementara kami masih berproses,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri, Rabu (30/3/2022).

Jenderal Bintang Satu itu memastikan, penyidik akan berupaya untuk mengungkap kasus terkait Saifuddin Ibrahim. Ia juga menjelaskan bahwa penyidik juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dalam perkara itu.

“Secara umum kita akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan berkoordinasi dengan semua kementerian lembaga yang terkait dengan permasalahan ini,” ucapnya.

Adapun Bareskrim Polri telah menetapkan Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka. Saifuddin menjadi tersangka buntut dari pelaporan sejumlah pihak ke Bareskrim Polri. Saifuddin dilaporkan buntut dari unggahannya yang meminta Menag RI menghapus sekitar 300 ayat Al-Qur’an. (HS-08)

Presiden Jokowi Dorong Penguatan Kemitraan ASEAN-AS untuk Antisipasi Pandemi di Masa Depan

Cegah PMK, Pelabuhan Kendal Tutup Sementara Pengangkutan Hewan Ternak dari Luar