in

Polri Ikut Operasi Gabungan di Manila, Selamatkan Ribuan Orang Diduga Korban TPPO dari 18 Negara

Foto: Tribratanews.polri.go.id

 

HALO SEMARANG – Atase Polri di Manila melaksanakan pendampingan kegiatan operasi intensif, bersama Kepolisian Negara Filipina (PNP), untuk menanggulangi kejahatan scamming online.

Langkah ini selaras dengan arahan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, ihwal penindakan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan Polri, pada 27 Juni 2023 lalu telah mengikuti operasi gabungan untuk melaksanakan penindakan terhadap fasilitas tempat scamming.

Di dalamnya tempat tersebut ada aktivitas pig butchering, online casino, telecom fraud, cryptocurrency investment scam, shopping scam dan romance scam.

Adapun para penegak hukum yang terlibat dalam operasi itu, selain dari Polri, juga dari National Capital Region Police Office (NCRPO) Filipina, Anti cyber crime group (ACG) Filipina, DI, CIDG PNP, Atase Polri Manila, Atase Polisi Malaysia, Atase Polisi Vietnam, dan Atase polisi China,

“Operasi gabungan di perusahaan scamming online ‘Hongtai/Xincuan Network Technology INC’, yang berlokasi di Las Pinas Alabang, Metro Manila Filipina, dengan hasil penyelamatan mencapai total sebanyak 2.714 orang,” kata Brigjen Pol. Ramadhan, baru-baru ini.

Sementara, ribuan orang yang berhasil diselamatkan, meliputi :

  1. Filipina sebanyak 1.528 orang
  2. Cina sebanyak 600 orang
  3. Vietnam sebanyak 183 orang
  4. Indonesia sebanyak 137 orang
  5. Malaysia sebanyak 134 orang
  6. Thailand sebanyak 81 orang
  7. Taiwan sebanyak 21 orang
  8. Nigeria sebanyak 7 orang
  9. Singapura sebanyak 5 orang
  10. Burma sebanyak 5 orang
  11. Yaman sebanyak 4 orang
  12. Pakistan sebanyak 2 orang
  13. Afrika sebanyak 2 orang
  14. India sebanyak 1 orang
  15. Somalia sebanyak 1 orang
  16. Sudan sebanyak 1 orang
  17. Kamerun sebanyak 1 orang
  18. Iran sebanyak 1 orang

 

Selanjutnya, masing-masing pihak yang terlibat dalam operasi gabungan, bakal melaksanakan penyidikan.

“Dan kemungkinan akan dilakukan repatriasi,” kata Brigjen Pol Ramadhan.

Lebih lanjut, langkah yang telah diambil saat ini, adalah mendata ratusan WNI yang menjadi korban, serta berkoordinasi dengan Satgas TPPO Bareskrim Polri.

“Untuk pendalaman informasi apakah para WNI sebagai korban TPPO atau pekerja sukarela yang mendapat dukungan fasilitas dari perusahaan. Para WNI juga telah mengisi formulir TPPO,” kata Brigjen Pol Ramadhan. (HS-08)

Muncul Berbagai Persoalan Pelayanan, PPIH Arab Saudi Layangkan Protes ke Mashariq

Presiden Jokowi Ingatkan Polri Gunakan Kekuatan Besar secara Benar