in

Polri dan Bea Cukai Dorong Masyarakat Agar Tidak Ragu Laporkan Penipuan Online

Ilustrasi : Tribratanews.polri.go.id

 

HALO SEMARANG – Polri dan Bea Cukai mendorong masyarakat untuk bersedia melapor, jika mengetahui atau menjadi korban penipuan online, termasuk yang mengatasnamakan bea cukai.

Kepala Seksi Patroli dan Operasi I Bea Cukai Soekarno-Hatta, Anton mengatakan pada 2020, contact center Bravo Bea Cukai 1500225, telah menerima sedikitnya 3.000 pengaduan penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Adapun pada 2021 hingga Mei, terdapat sembilan ratus pengaduan.

Pertanyaan tentang penipuan juga telah masuk sepuluh besar pertanyaan yang kerap ditanyakan kepada petugas call center Bravo Bea Cukai. Untuk itu, Bea Cukai berkomitmen terus mengedukasi masyarakat, agar tidak mudah terperdaya oleh penipuan online, khususnya yang mengatasnamakan Bea Cukai.

Anton mengatakan pihaknya terus mengimbau masyarakat, agar berhati-hati saat berselancar di dunia maya.

Dalam acara Bincang Bersama Bravo Bea Cukai X Divisi Humas Polri bertajuk ‘Penipuan Online’, belum lama ini, Anton juga mengimbau masyarakat bisa mengenali ciri-ciri penipuan online dan modus yang biasanya dilakukan oleh pelaku.

“Ada tiga modus yang biasa digunakan, yaitu penipuan melalui media sosial, di mana pelaku akan berkenalan dan menjalin pertemanan yang berujung dengan modus pengiriman uang / barang, online shop fiktif, dan lelang palsu dengan harga barang yang sangat murah,” kata dia seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id, Sabtu (24/7).

Umumnya, semua modus memiliki ciri-ciri, yaitu korban akan dihubungi oleh orang yang mengaku petugas Bea Cukai, dengan nomor telepon pribadi, dan memberi tahu bahwa barang yang dikirimkan atau dibeli ditahan oleh Bea Cukai.

Selanjutnya, korban diminta mentransfer sejumlah uang ke sebuah rekening pribadi, agar barang dapat dikirimkan. “Tentunya disertai ancaman untuk menakut-nakuti korban. Hal ini sudah dapat dipastikan penipuan,” jelasnya, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id, Sabtu (24/7).

Dia pun menyarankan masyarakat agar tidak ragu menghubungi Bea Cukai jika curiga menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.

“Telepon ke 1500225 untuk mengecek kebenarannya, bisa juga konfirmasi ke teman atau kenalan yang bekerja di Bea Cukai. Petugas kami tidak menghubungi melalui nomor telepon pribadi. Semua pembayaran juga tidak menggunakan rekening pribadi. Masyarakat juga harus waspada dengan selalu mencari tahu modus-modus penipuan serupa dan memeriksa nomor rekening yang digunakan, apakah pernah dilaporkan sebagai rekening penipuan atau tidak,” jelasnya.

Lanjut dia, dari sisi pengawasan, setiap ada laporan penipuan, pihaknya akan langsung menindaklanjuti. Pihaknya juga akan memeriksa nomor rekening yang digunakan dalam penipuan, dan berkoordinasi dengan Polres setempat.

“Sebagai tindakan preventif, kami gencar melaksanakan sosialisasi untuk mencegah terulangnya kasus penipuan,” lanjutnya.

Sama halnya dengan Anton, Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan pihak kepolisian juga mendorong masyarakat untuk melaporkan penipuan yang dialami.

“Masih banyak (korban) yang mungkin tidak melapor karena enggan atau tidak mengerti caranya,” kata dia.

Menurut dia, pelaporan untuk penipuan online sama seperti penipuan biasa, tetapi cara  penanganannya yang berbeda. Di Mabes Polri, penanganan penipuan secara online melibatkan Direktorat Cyber Polri. Adapun di tingkat polda, ada Subdirektorat Cyber.

“Bagi korban penipuan dalam modus apapun, silakan lapor ke kantor polisi terdekat, atau saluran telepon channel 110 yang tersedia di seluruh Indonesia. Banyak (penipuan) yang berhasil kami ungkap, yang terbaru ada pinjaman online yang melibatkan orang asing yang berkerja sama dengan lima orang mahasiswa di Jakarta menggunakan aplikasi yang tidak terdaftar di OJK,” tegas Kombes Pol Ahmad. (HS-08)

Share This

Sandi Dorong Desa Wisata Pulihkan Ekonomi Bangsa lewat ADWI 2021

Peringati Hari Anak Nasional, DP3A Semarang Berharap Anak Tangguh Menghadapi Pandemi