Polri Berhak Hentikan Piala Menpora Jika Ada Pelanggaran Protokol Kesehatan

Piala Menpora 2021.

 

HALO SEMARANG – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia dan Polri memastikan, Piala Menpora yang akan dimulai Minggu (21/3/2021) bakal menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Tidak hanya itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto menegaskan, bahwa pihak kepolisian berhak menghentikan laga jika terjadi pelanggaran prokes oleh peserta.

Dia menegaskan, pihaknya telah melalukan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder, seperti PSSI, PT LIB hingga Polri. Hal itu dilakukan agar kegiatan olahraga dapat berlangsung dengan aman dari virus corona.

“Tak perlu khawatir, ini kan hanya uji coba, polisi berhak menghentkan laga jika terjadi pelanggaran prokes saat gelaran piala Menpora,” kata Gatot saat dikonfirmasi awak media, Jakarta, Sabtu (20/3/2021).

Menurutnya, PSSI dan PT LIB telah membuktikan gelaran pertandingan sudah sesuai prokes saat mengadakan laga uji coba Timnas U23 Indonesia melawan dua klub Indonesia, awal Maret lalu.

“PSSI dan LIB kan sudah menjelaskan prokes di stadion sebelum dan sesudah pertandingan,” ujar Gatot.

Dia mengakui, gelaran Piala Menpora ini menjadi tantangan sendiri bagi pihak penyelenggara untuk melaksanakan kegiatan keolahragaan di tengah pandemi.

Apalagi, di negara lain saat ini sudah ada beberapa yang telah berhasil menggelar pertandingan olahraga seperti sepak bola. Padahal, kondisinya sama dengan Indonesia, sedang dilanda pandemi corona.

Terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menekankan penyelenggaran Piala Menpora bakal menerapkan prokes ketat. Bahkan dia memastikan, pihak kepolisian tak segan-segan akan menghentikan dan memberikan sanksi tegas kepada pihak penyelenggara apabila tidak menerapkan ataupun melanggar prokes.

“Sebagaimana arahan Pak Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo kegiatan kepemudaan dan keolahragaan harus dilakukan dengan kedisiplinan dan adanya komitmen dari seluruh pihak terkait dalam menerapkan protokol kesehatan. Serta adanya penegakan aturan yang tegas,” kata Argo dikonfirmasi terpisah.

Seperti diketahui, terkait penyelenggaraan tersebut, Polri memberikan izin dengan beberapa catatan.

Di antaranya semua pertandingan dilaksanakan tanpa kehadiran penonton di stadion yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi dan media online.

Selain itu membatasi jumlah pemain, ofisial, panitia, petugas keamanan, undangan dan awak media di area pertandingan maksimal 299 orang.

Penyelenggaraan pertandingan dilaksanakan di stadion pada wilayah zona hijau Covid-19.
(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.