in

Polrestabes Semarang Ungkap Dua Kasus Pencurian Sepeda Motor

Konferensi pers ungkap kasus pencurian sepeda motor di lokasi yang berbeda.

 

HALO SEMARANG – Satreskrim Polrestabes Semarang mengungkap dua kasus pencurian sepeda motor di lokasi berbeda.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan menjelaskan, kasus pertama terjadi di Jalan Kedungmundu No 34, RT 4 RW 2, Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan pada Selasa (1/6/2021) sekira pukul 04.00 WIB.

Pengungkapan ini berawal ketika korban bernama Muhammad melapor terkait pencurian sepeda motor miliknya. Setelah mendapat laporan itu, polisi berhasil mengamankan dua tersangka, masing-masing bernama David (31) warga Dorang, Kecamatan Semarang Utara dan rekannya bernama Abdi (35) warga Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan.

“Pada Selasa (24/8/2021) pukul 12.00 Abdi dan David ditangkap dan Ardi masih DPO (daftar pencarian orang),” ujarnya saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Kamis (30/9/2021).

Ia menjelaskan, kejahatan berawal ketika ketiga tersangka pada Selasa (1/6/2021) sekira pukul 02.00 berkumpul di rumah Abdi yang rencananya akan nongkrong di sekitar Perumahan Citra Grand.

Tetapi setelah sampai di depan laundry, Ardi melihat ada sepeda motor yang terletak di pinggir jalan dan tidak dikunci stang. Motor tersebut kemudian dicuri oleh para pelaku.

“Dibawa dengan didorong dari belakang. Kemudian sepeda motor tersebut dijual kepada Nurhadi warga Purwogondo Semarang Utara dengan harga Rp 2,4 juta, di mana hasilnya dibagi tiga,” tambahnya.

Setelah dilakukan pengembangan terhadap tersangka, David ternyata juga telah melakukan aksi pencurian di Kampung Kepatihan, RT 3 RW 3, Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah, Sabtu (21/8/2021).

Korban bernama Hesti Meilawati (20) warga Temanggung mengalami kerugian sepeda motor suzuki FU bernomor polisi AA-6229-GN dengan harga ditaksir Rp 7 juta.

“Tersangka David pada saat itu bekerja sama dengan Sigit Lukmantoro (22) warga Grobogan. Jadi pelakunya tetap David namun berbeda pasangan dengan kasus yang pertama,” tuturnya.

Kemudian, kasus curanmor juga terjadi di Jalan Petek Kampung Geni Besar No. 748, RT 1 RW 7, Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara pada Sabtu (25/9/2021) sekira pukul 01.00 WIB.

Ia menjelaskan, pengungkapan itu bermula ketika korban bernama Hani Zakaria (22) warga Kendal melapor karena sepeda motor merk Scoopy bernomor polisi H-2350-ATD hilang.

Setelah mendapat laporan tersebut, kemudian pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang, masing-masing atas bernama Andrian Wijaya alias Ngantuk (29) warga Tegalsari Raya, Kecamatan Candisari dan Dedi Supriadi alias Bobrok (28) warga Layur, Kecamatan Semarang Utara.

“Pelaku Andrian diamankan pada Selasa (28/9) pukul 14.30 di Dadapsari, Semarang Utara. Kemudian dilakukan pengembangan, didapatkan tersangka Dedi ditangkap di hari yang sama pada pukul 19.30 di kos Jalan Jempono, Kecamatan Genuk Genuk,” bebernya.

“Karena melawan pada saat penangkapan, kedua tersangka diberi tindakan tegas terukur yang mengakibatkan luka tembak pada kaki,” tambahnya.

Donny menjelaskan, modus yang dilakukan oleh para pelaku yaitu dengan merusak menggunakan alat kunci L.

Saat ini para tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolrestabes Semarang untuk proses lebih lanjut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dapat dijerat dengan Pasal 363 Ayat 1 tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.(HS)

Share This

Audiensi dengan Wali Kota Semarang, Ini Harapan Pedagang Johar

Satpol PP Siap Dukung Pengamanan Pemindahan Pedagang Johar