in

Polrestabes Semarang Datangi Sekolah Yang Siswanya Terlibat Tawuran Saat PTM

Kasatbinmas Polrestabes Semarang, Kompol Muh Samdani saat menyambangi sekolahan yang terlibat tawuran guna memberikan bimbingan kepada orang tua yang anaknya terlibat, Jumat (9/3/2021).

 

HALO SEMARANG – Aksi tawuran yang melibatkan sejumlah pelajar dari dua SSMK negeri di Kota Semarang menjadi perhatian khusus bagi pihak kepolisian.

Apalagi, adanya satu orang yang mengalami luka serius akibat bacokan di tangan, membuat korban harus dirawat di rumah sakit.

Satbinmas Polrestabes Semarang merespon cepat dengan mendatangi dua sekolahan yang terlibat tawuran. Dalam kegiatan itu, pihak orang tua yang anaknya terlibat serta pelajar yang sedang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) mendapatkan bimbingan khusus terkait masalah tersebut.

Kasatbinmas Polrestabes Semarang, Kompol Muh Samdani mengimbau kepada guru untuk lebih ketat dalam mengawasi peserta didiknya agar tidak terlibat dalam tawuran dan aksi kejahatan lainnya.

“Saya mengimbau kepada guru supaya anak-anak pelajar terutama yang terlibat tawuran dimohon betul-betul diawasi dan dikendalikan,” katanya usai kegiatan kepada halosemarang.id, Jumat (9/3/2021).

Tak hanya itu, ia juga meminta kepada orang tua untuk lebih mengontrol perilaku dan aktivitas anaknya di luar sekolah, agar tak terlibat dalam aksi yang bertentangan dengan hukum.

“Tapi kalau sudah di rumah orang tua harus benar-benar mengawasi dan mengontrol, baik lewat handphonenya atau pergaulannya,” ucapnya.

“Sekali lagi guru dan wali murid orang tua untuk adik-adik yang belajar di SMKN 3 maupun SMKN 4 Semarang untuk betul-betul anak didiknya diawasi,” tambahnya.

Untuk mencegah terjadinya aksi tawuran lainnya, Samdani mengaku akan melakukan penyuluhan dan pengawasan secara intensif terhadap sekolah yang melaksanakan PTM.

“Karena masih pandemi dan PTM secara giliran, kami khususnya Polsek Selatan lewat Bhabinsa untuk sambang patroli dan penyuluhan secara berjenjang baik lewat zoom dari sekolah maupun secara langsug terkait pengawasan. Termasuk dari personel kita patroli di seluruh sekolah-sekolah yang melakukan PTM,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK 3 Semarang, Ummy Rosdyiana menegaskan, pihaknya menyerahkan segala proses hukum yang melibatkan muridnya kepada pihak kepolisian.

“Secara akademik tentu saja kejadian itu akan kita proses secara tata tertib yang berlaku. Jadi nanti kalau tentang sanksi yang di sekolah, akan kita tindak lanjuti secara tata tertib sekolah. Tapi kejadian ini sudah jadi ranah kepolisian atau Polrestabes. Maka untuk ranah hukum kami serahkan ke pihak kepolisian untuk menangani kejadian ini,” pungkasnya.

Terkait sanksi berat yang akan diberikan oleh sekolah, Ummy menjelaskan pihaknya akan menunggu kembalinya anak didik yang terlibat tawuran dari proses pemeriksaan oleh kepolisian yang selanjutnya akan dipanggil untuk ditindak lanjuti secara internal.

“Kami saat ini masih mempelajari dan masih belum bertemu dengan anak-anak itu (pelajar yang terlibat tawuran-red). Sehingga kami akan menunggu setelah selesai dari kepolisian, akan memanggil orang tua siswa, dan siswa yang terlibat akan ditindak lanjuti sesuai tata tertib yang berlaku,” katanya.

Senada dengan Ummy, Waka Kesiswaan SMK N 3 Semarang, Sukijo menambahkan, jika memang ditemukan indikasi adanya tindak kriminal dari peserta didiknya, maka sanksi terberat akan dikembalikan ke orang tua.

“Peserta didik yang sudah melanggar seperti ini, apalagi ada unsur kriminal dengan membawa senjata tajam, itu sudah point terakhir untuk dikembalikan ke orang tua,” imbuhnya.(HS)

Share This

Suhu Udara di Semarang Terasa Panas, Ini Penjelasan BMKG

BKD Jateng Usulkan Rapid Antigen dan Vaksin Tidak Jadi Syarat SKD