in

Polres Pati Ungkap Kasus Manipulasi Data Elektronik yang Rugikan J&T Rp 200 Juta

Kapolres Pati, AKBP Arie Prasetya Syafa’at menunjukkan barang bukti kasus manipulasi data elektronik, pada konferensi pers di Mapolres Pati, Jumat siang (18/6). (Foto : Tribratanews.jateng.polri.go.id)

 

HALO PATI – Polres Pati membongkar kasus transaksi elektronik fiktif dan akun fiktif, yang mengakibatkan perusahaan jasa J&T Express area Pati, merugi hingga Rp 200 juta. Dalam kasus ini pelaku membuat akun reseler fiktif, dengan memanfaatkan marketplace Bukalapak.

Penjelasan itu disampaikan Kapolres Pati, AKBP Arie Prasetya Syafa’at, pada konferensi pers di Mapolres Pati, Jumat siang (18/6). Hadir pula Wakapolres Kompol Sumiarta dan Kasatreskrim AKP Ghala Rimba Doa Sirrang.

Kapolres Pati mengatakan kasus ini terungkap, setelah Satreskrim Polres Pati menerima laporan dari Manager Area J&T Express Pati, yang merugi karena tak jasa mereka tak dibayar oleh situs belanja online Bukalapak.

“Pada Januari 2021, dalam kurun waktu 1 bulan, terdapat selisih biaya pengiriman yang diklaim J&T kepada Bukalapak, sebesar Rp 350 juta, namun di pihak Bukalapak, menurut sistem yang ada, biaya tagihan sebesar hanya Rp103,33 juta, sehingga ada selisih Rp 245,98 juta lebih,” kata dia, seperti dirilis Tribratanews.jateng.polri.go.id.

Mendapat laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga mengarah pada orang berinisial M (30). Polisi pun kemudian menangkap warga Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati tersebut.

Dalam aksinya, tersangka membuat lima akun reseller fiktif, yang menjual barang-barang dengan harga yang murah. Dia mencontohkan, satu bungkus kopi kemasan bermerk, dijual dengan harga Rp 100. Barang-barang tersebut, ternyata dibeli sendiri oleh tersangka melalui akun-akun fiktif yang dibuatnya.

Dia memanfaatkan sistem atau mekanisme di Bukalapak, di mana untuk pengiriman dari satu daerah, pembeli mendapat fasilitas bebas ongkos kirim.

“Pihak J&T juga memberikan satu fasilitas member VIP, sehingga tersangka bisa menerima cashback 15% dari total biaya pengiriman. Dari total Rp 350 juta tagihan itu, yang diaudit pada Januari 2021, dia mendapatkan cashback Rp 52,5 juta dari J&T. Uang itu sudah diterima dan dikirim ke rekening tersangka,” jelas AKBP Arie Prasetya Syafaat.

Kapolres mengatakan kasus ini merupakan yang pertama yang berhasil dibongkar jajarannya. Dalam kasus ini, polisi juga menyita sejumlah buku tabungan, telepon genggam, satu unit perangkat komputer, serta 13 ribu resi fiktif.

Manager Area J&T Pati Samsul Qomar, mengaku selain tingkat kepercayaan dari Bukalapak se-area Pati, kerugian yang dialaminya secara material selisih ongkos kirim yang tak terbayar oleh Bukalapak, mencapai Rp 200 juta.

Dalam kasus ini, penyidik Polres Pati menyiapkan pasal 51 ayat 1 jo Pasal 35 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun, dan atau atau denda maksimal Rp 12 milyar. (HS-08)

Share This

Kantor Kejari Cilacap Siap Dibangun, Bupati Ajak Insan Adhyaksa Tingkatkan Integritas

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu