Polres Klaten Berhasil Ungkap Dugaan Kasus Penculikan Anak

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, saat pers rilis di Mapolres Klaten, Jumat (26/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Satreskrim Polres Klaten berhasil mengungkap dugaan penculikan anak di wilayah Jogolan, Klaten. Korban adalah bocah laki-laki berusia 9 tahun, yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Jogonalan.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan yang diterima oleh polisi dari orang tua korban bernama SY, tanggal 24 Februari 2021 lalu.

Kemudian Polisi melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan IR, seorang perempuan warga Catur Sakti, RT 1 RW 1, Desa Braja Sakti, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, yang berdomisili di wilayah Kelurahan Nanggewer Mekar, Cibinong, Bogor, Jawa Barat dan anak perempuanya berinisial RAR.

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu saat pers rilis di Mapolres Klaten, Jumat (26/2/2021) mengatakan, pelaku melakukan penculikan terhadap korban dengan tujuan untuk menuntut kepada orang tua korban agar mengembalikan perhiasan yang disangka pelaku diambil oleh orang tua korban.

“Menurut pelaku, dia membujuk korban untuk diajak makan bakso serta jalan-jalan di Yogyakarta, selanjutnya korban dibawa ke tempat kontrakan pelaku di Bogor,” jelas Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan kronologis kejadian, pada Selasa (23/2/2021) kemarin, sekitar pukul 09.30, korban RS bersama anak dari tetangganya sedang bermain di halaman rumah di Tegal Mampir, Joton, Jogonalan, Klaten.

Kemudian sekitar pukul 09.30 wib, MW melihat dan sempat berbicara dengan pelaku RAR dan IR yang saat itu hendak mengajak/membawa pergi korban untuk diajak jalan-jalan ke jogja.

Lanjut Edy, sekitar pukul 12.00, anak korban belum pulang ke rumah, sehingga ibunya berusaha mencari kerumah MW dan diberitahu oleh tetangga jika korban (RS) ikut pelaku yang bernama RAR.

Sekitar pukul 18.00 ibu korban menunggu di rumah sampai malam, dan ternyata anaknya belum pulang kerumah dan mencoba menghubungi RAR melalui ponsel.

Saat dihubungi pelaku mengaku tidak bersama korban, sehingga ibunya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Dari hasil penelusuran akhirnya para pelaku berhasil ditangkap bersama korban.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yakni 1 unit Mobil Honda Brio warna putih tahun 2019 dengan Nopol AD-8523-XS, beserta STNK dan BPKB atas nama IDA IRAWATI. Selain itu kami juga amankan dua stel pakaian yang digunakan para pelaku pada saat melakukan tindakan penculikan terhadap korban, satu stel pakaian milik korban dan satu handphone merk Oppo A83, serta data rekaman CCTV sekitar TKP,” imbuh Kapolres Klaten.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 76 F UURI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Jo pasal 83 UURI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling sedikit Rp 60 juta dan paling banyak Rp 300 juta.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.