in

Polres Kendal Kasus Penganiayaan di Desa Purwosari Sukorejo Yang Sempat Viral

Jumpa pers kasus pembunuhan di Sukorejo Kendal, oleh Polres Kendal, Senin (30/8/2021).

 

HALO KENDAL – Polres Kendal sukses mengungkap kasus pembunuhan dengan pengeroyokan yang terjadi di daerah Sukorejo, Kabupaten Kendal.

Kasus tersebut mencuat, ketika warga Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo digegerkan dengan kabar salah satu warga desanya, Puji Widodo Bin Tumpuk, warga RT 04 RW 01 Dukuh Jambean, Kecamatan Sukorejo yang ditemukan dalam kondisi penuh luka di sekujur tubuhnya meninggal dunia di pinggir jalan, pada Senin malam (23/8/2021).

Kapolres Kendal melalui Wakapolres, Kompol Donny Eko Listianto mengatakan, berkat kegigihan personel Polres Kendal, maka kejadian ini bisa terungkap. Sekaligus berhasil menetapkan dua orang tersangka, Habib Burhanudin (19), warga Dusun Sumenet RT 01 RW 01 Dusun Bringinsari, Kecamatan Sukorejo dan Ade Yoga Ale Syabana (23), Warga Dusun Senanduasa RT 07 RW 01 Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo.

“Perkara pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, terjadi di perbukitan cengkeh Banaran, Dusun Sumenet, Desa Bringingsari, Kecamatan Sukorejo, Senin (23/8/2021) sekitar pukul 23.30 WIB,” jelasnya.

“Dua tersangka sudah kami tangkap. Satu pelaku inisial P yang diduga sebagai otak pembunuhan masih kami cari,” jelas Donny.

Diceritakan kronologi kejadian, pada hari Senin (23/8/2021) sekira pukul 18.00 WIB tersangka inisial P (DPO) bersama tersangka Ade Yoga Ale Syabana datang kerumah korban di Desa Purwosari Sukorejo untuk membicarakan urusan gadai kendaraan.

“Setelah sampai di rumah korban, ternyata teman korban tidak jadi menggadaikan motornya. Setelah itu tersangka P menghubungi tersangka Habib Burhanudin alias Ucil, untuk bertemu di Pasar Ngaro Sari Sukorejo, dengan niat disuruh untuk membelikan minuman keras,” ujar Wakapolres.

Korban kemudian diajak bergabung untuk minum-minuman keras di Bukit perkebunan Banaran. Setelah sampai di bukit, ketiga tersangka bersama korban minum-minuman keras bersama rekan tersangka.

“Karena minuman keras yang dibeli tersangka Habib alias Ucil sudah habis, kemudian tersangka membeli lagi dua botol minuman keras jenis ciu. Setelah itu ada tujuh orang termasuk korban yang minum-minuman keras di sana,” imbuh Kompol Donny.

Pada saat menenggak minuman keras, tersangka P adu mulut dengan korban, kemudian mereka berdua berkelahi. Melihat kejadian tersebut, tersangka Habib alias Ucil dan tersangka Ade Yoga bukannya melerai, malah ikut mengeroyok korban dengan cara memukul, menendang, dan menginjak-injak korban, hingga tak berdaya dan terkapar.

“Diketahui, kedua tersangka Habib alias Ucil dan Ade Yoga ikut melakukan pengroyokan terhadap korban karena sebelumnya mereka berdua ada masalah pribadi. Kemudian melihat kejadian tersebut menjadi emosi dan ikut melakukan pengroyokan,” imbuh Donny.

Setelah melihat korban terkapar, tersangka kemudian menyuruh tersangka Habib alias Ucil untuk membawa korban ke rumahnya.

“Setelah korban dibawa ke rumah tersangka Habib alias Ucil, diketahui korban sudah meninggal dunia, Selasa (24/8/2021) sekira pukul 09.00 WIB,” ujarnya.

Selanjutnya, tersangka Habib alias Ucil memberi tahu orang tua korban dengan mengatakan kalau anaknya ditemukan di pinggir jalan dengan kondisi luka-luka.

“Atas kejadian tersebut, keluarga korban melaporkan kematian korban ke polisi. Setelah dilakukan pengembangan, para tersangka bisa jerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya 12 tahun,” pungkas Wakapolres Kendal, Kompol Donny.(HS)

Share This

PNS di Purworejo Diminta Tidak Sepelekan Permohonan Informasi Publik

Aset Fasum Perumahan Tak Diserahkan, Perbaikan Ditanggung Warga