Polres Kendal Berhasil Amankan Kawanan Pelaku Pencurian yang Bikin Resah Warga

Wakapolres Kendal, Kompol Sumiarta memimpin Konferensi Pers di Mapolres Kendal, Selasa (6/10/2020).

 

HALO KENDAL – Jajaran Polres Kendal kembali berhasil mengungkap aksi kejahatan pencurian sepeda bermotor (curanmor) dan pencurian dengan kekerasan (curras) di tiga Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) di wilayah hukumnya.

“Jadi ada sembilan orang yang ditetapkan tersangka di tiga tempat yang berbeda di wilayah hukum Kendal. Mereka terlibat curanmor dan curras,” kata Wakapolres Kendal, Kompol Sumiarta dalam Konferensi Pers, Selasa (6/10/2020).

Kompol Sumiarta didampingi Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Gineung Pratidina Kusuma Fijaya menjelaskan, untuk kasus curras ada di dua lokasi, sedangkan kasus curanmor ada di satu lokasi.

“Untuk kasus curras di Boja, diamankan empat pelaku, yakni Dimas Wahyu P (20) warga Tambak Aji Ngaliyan Semarang, Anang Adi S (20) warga Sidodadi Mijen Semarang, Ibnu Choliq (25) warga Purwosari Mijen Semarang dan Aditya Dimas (20) warga Campurejo Boja Kendal,” terangnya.

Keempat tersangka tersebut melakukan aksinya di pertigaan Jalan Pramuka, Dusun Gentan Kidul, Desa Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal pada Jumat (18/9/2020), sekitar pukul 02.00 WIB.

“Modus operandi yang mereka lakukan yakni, para pelaku mendatangi korban yang sedang nongkrong dengan mengendarai sepeda motor dengan membawa senjata tajam berupa clurit dan sabit,” jelas Wakapolres Kendal.

Dikatakan, tersangka Ibnu C berusaha merampas handphone milik korban Muh Latif dengan disertai kekerasan.

Sehingga korban mengalami luka sobek pada punggung sebelah kiri sepanjang 9 centimeter dan sedalam 2 centimeter akibat sabetan clurit.

“Tetapi usaha para pelaku gagal, karena korban Muh Latif dan Agus Setyawan serta saksi lainnya yang berada di tempat kejadian perkara berhasil menyelamatkan diri,” imbuhnya.

Namun, lanjut Wakapolres, para tersangka berhasil mengambil sepeda motor Beat warna hitam milik Agus Setyawan, dengan nopol H-3670-VU, yang tertinggal dengan posisi kunci kontak masih menempel di sepeda motor tersebut.

“Para pelaku berhasil kami ringkus, setelah handphone milik korban, yakni Agus Setyawan terbawa pelaku di dalam dasbor motor korban. Sehingga dalam pengecekan melalui google map menunjukkan lokasi persembunyian para pelaku di daerah Kuripan, Kecamatan Mijen, Semarang,” ungkapnya.

Dengan kejadian tersebut, keempat tersangka dijerat dengan pasal yang berbeda. Untuk tersangka Ibnu Choliq dikenakan pasal 365 KUHPidana Jo Pasal 53 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, yang ancaman kurungan maksimal 12 tahun.

“Sedangkan ketiga tersangka lain, Dimas, Anang dan Aditya, dikenai pasal 363 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman kurungannya paling lama tujuh tahun,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Wakapolres, kasus curras juga terjadi di Kecamatan Patebon, tepatnya TKP di depan SPBU Jambiarum, pada Minggu (27/10/2020), sekitar pukul 02.00 WIB.

“Untuk kasus curras di Patebon, diamankan empat pelaku, yakni Bagus Admaja alias Dolok (23) warga Cepiring Kendal, Nuryanto alias Blodok (26) warga Karangsari Kendal, KH (16) warga Ngampel Kulon Kendal dan Arif Absor (24) warga Bandengan Kendal,” terangnya.

Dijelaskan oleh Kompol Sumiarta, modus operandi pelaku datang bersama 12 orang mengendarai empat sepeda motor berboncengan melakukan pengeroyokan terhadap dua orang yang sedang nongkrong di depan SPBU Jambearum Kecamatan Patebon.

“Kemudian korban melarikan diri dan sepeda motor korban diambil oleh salah satu pelaku,” kata Wakapolres.

Dijelaskan, korban yang saat itu bersama saksi saat berhenti di depan SPBU Jambearum sedang menunggu temannya yang mengisi BBM, mereka didatangi kurang lebih 11 orang yang langsung menganiaya korban.

“Korban atas nama Pajar Aji Ritno warga Desa Juwiring Cepiring berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan Ahmad Robi Maulana warga Desa Jambiarum Patebon dianiaya oleh pelaku,” jelasnya.

Setelah korban lari menyelamatkan diri dan meninggalkan sepeda motornya dengan kunci kontak yang masih menempel di sepeda motornya, lanjutnya, kemudian sepeda motor korban dibawa oleh rombongan pelaku.

“Dengan kejadian tersebut, pasal yang dikenakan kepada empat tersangka yakni pasal 365 ayat 1, ayat 2, tentang pencurian dengan kekerasan yang dilakukan dua orang atau lebih, dengan ancaman hukuman selama lamanya 12 tahun penjara dan/atau pasal 170 KUHP tentang bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang, dengan ancaman penjara selama lamanya 5 tahun 6 bulan,” paparnya.

Untuk kasus yang lain, Wakapolres menyampaikan kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah Kecamatan Patebon.

“Tersangka atas nama Erwin Soni Fernando alias Sonik (20) warga Pegandon Kendal, yang mengambil sepeda motor yang terparkir di teras rumah korban bernama M Masyhadi, warga Pidodokulon Patebon Kendal pada Senin (20/4/2020) sekitar pukul 05.00 WIB,” ungkapnya.

Diterangkan, korban bangun tidur dan mendapati sepeda motornya Supra tahun 2004 yang tak berplat nomor, yang terparkir di tempat tinggalnya, di bedeng TPI ikut Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon telah hilang.

“Tersangka Erwin alias Sonik dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana selama lamanya lima tahun,” tandasnya.

Sebagai penutup, Kompol Sumiarta menambahkan, dari ketiga kejadian tersebut, diamankan barang bukti (BB) berupa, lima unit sepeda motor, satu unit handphone, empat buah senjata tajam, dua buah BPKB, dan satu buah STNK.

Sementara itu salah satu tersangka Ibnu Choliq yang melakukan pembacokan kepada korban Muh Latif mengaku, saat melakukan aksi dirinya dalam keadaan mabuk, setelah menenggak minuman keras disertai obat.

“Saya khilaf, baru pertama kali ini melakukan. Sebelum melakukan aksi, saya dua kali menenggak minuman keras dicampur obat batuk beberapa bungkus,” ungkapnya.

Dari pengakuan para tersangka, rata-rata mereka mengaku baru sekali ini melakukan aksi kejahatan, itu pun di bawah pengaruh minuman keras dan obat-obatan.

Saat ini para tersangka bersama barang bukti diamankan Polres Kendal dan dilakukan pemeriksaan. (HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.