in

Polres Grobogan Gandeng Saka Bhayangkara Tangkal Radikalisme

Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Tedy, memberikan sosialisasi mengenai pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme, pada Pramuka Saka Bhayangkara di halaman Mapolres Grobogan, Sabtu (27/5/2023). (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO GROBOGAN – Kepolisian Resor Grobogan, menggandeng anggota Pramuka Saka Bhayangkara, untuk ikut menangkal penyebaran paham radikal di lingkungan mereka.

Ajakan itu disampaikan Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Tedy, saat memberikan sosialisasi pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme, pada Pramuka Saka Bhayangkara di halaman Mapolres Grobogan, Sabtu (27/5/2023).

Menurut Ipda Tedy, bahaya penyebaran radikalisme masih menjadi ancaman Nasional. Terlebih mereka menggunakan berbagai modus, yang bisa saja tersamar.

Untuk itu, Kasi Humas Polres Grobogan Ipda Tedy meminta seluruh warga, khususnya kalangan milenial untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi oleh paham-paham radikal yang menyesatkan.

Ipda Teddy mengatakan sosialisasi tersebut sebagai upaya mencegah generasi muda terpapar paham radikalisme yang saat ini sangat meresahkan dan merugikan masyarakat.

“Paham radikal ini lebih banyak menyasar remaja dan anak muda yang masih dalam tahap pencarian jati diri dan emosi mereka masih labil sehingga sangat mudah dipengaruhi,” kata Ipda Tedy, seperti dirilis Humas.polri.go.id.

Selanjutnya Kasi Humas menjelaskan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat pemahaman masyarakat termasuk ke sekolah-sekolah tentang bahaya radikalisme dan terorisme guna mencegah masyarakat terpengaruh kelompok tertentu.

Dengan mengetahui bahaya radikalisme pelajar mempunyai benteng pertahanan dari pengaruh paham tersebut.

“Radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan. Radikalisme kini sangat erat kaitannya dengan konsep ekstrimisme dan terorisme. Ciri utama nya adalah menggunakan kekerasan,” ujar Kasi Humas menambahkan.

Ia melanjutkan kelompok tersebut mengatasnamakan agama  untuk membenarkan setiap tindakan mereka, namun sesungguhnya semua itu bertentangan dengan ajaran agama.

Ia juga meminta para siswa yang tergabung dalam Pramuka Saka Bhayangkara agar tidak terlibat kelompok radikal sekaligus mewaspadai, mengidentifikasi, dan melaporkan bila menemukan indikasi penyebaran paham radikalisme di lingkungan sekolah

“Mereka kelompok radikal ini mencari pengikut dengan memengaruhi mengatasnamakan ajaran agama bahwa kekerasan yang dilakukan itu adalah bagian dari ajaran agama, padahal itu jelas bertentangan dengan ajaran agama. Oleh karena itu lah pemahaman tentang radikalisme ini perlu diketahui agar kita jangan sampai tertipu dan ikut kemauan mereka” jelas Tedy.

Kasi Humas juga mengingatkan para siswa agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial terlebih saat ini banyak berita palsu atau hoax yang kerap dibagikan oleh warganet.

“Saring baru sharing. Gunakan medsos dengan bijak,” kata dia.

Teroris Masih Ada

Sementara itu selain melakukan sosialisasi upaya menangkap bahaya radikalisme dan terorisme, Polri juga melakukan penindakan, pada orang-orang yang diduga terlibat dalam terorisme.

Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polri, Selasa (23/5) dan Rabu (24/5), menangkap Y dan T, dua terduga teroris di Malang, Jawa Timur.

“Densus 88 AT menangkap dua tersangka teroris jaringan JI wilayah Jawa Timur,” kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Kamis (25/5/2023).

Ramadhan mengatakan terduga teroris inisial Y, berasal dari jaringan Jemaah Islamiyah (JI) dan T berasal dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Saat ini kasus dan detail perkara masih dalam penyidikan untuk pengembangan selanjutnya,” jelasnya.

Densus 88 menangkap pria berinisial Y, di kawasan Kedungkandang, Kota Malang.

Keberadaannya, sebelumnya dideteksi tim Densus 88 di kawasan Jalan Labu, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, namun ditangkap saat berada di wilayah Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur.

Y adalah pria kelahiran Surabaya yang tinggal di Jalan Dupak Sidorukun Gang 6, Krembangan.

Sementara itu, rumah Y yang ada di Surabaya telah digeledah Densus 88 pada Rabu (24/5/2023) mulai pukul 11.00 hingga pukul 11.30 WIB. (HS-08)

Irjen Pol Dadang Hartanto Dikukuhkan Guru Besar UMSU: Tugas Utama Mencerdaskan Dunia Pendidikan

Jalin Keakraban Jelang Pemilu 2024, TNI-Polri di Rembang Gelar Olahraga Bersama