in

Polres Brebes Ungkap Tujuh Perkara dalam Sebulan

Polres Brebes menggelar konfrensi pers, beberapa waktu lalu, terkait tujuh kasus yang berhasil diungkap dalam rentang waktu sebulan kemarin. (Foto : Tribratanews.jateng.polri.go.id)

 

HALO BREBES – Polres Brebes berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana umum dan dua tindak pidana perlindungan anak. Dari tujuh kasus yang diungkap dalam rentang waktu sebulan kemarin itu, sebanyak delapan orang kini sudah dalam status tersangka dan menjalani penahanan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto, mengatakan dari tujuh kasus itu, ada di antaranya adalah kasus pencabulan anak, satu kasus pencurian dengan pemberatan, satu pencurian dengan kekerasan, serta tiga lainnya merupakan kasus  penganiayaan, penggelapan, dan kasus aborsi.

“Dari tujuh kasus, kami ungkap dua kasus pencabulan anak. Ini menjadi  perhatian tersendiri bagi kami Polres Brebes, dalam penangananya,” kata Faisal, seperti dirilis Tribratanews.jateng.polri.go.id.

Lanjut Kapolres, untuk para pelaku pencabulan di Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Sirampog tersebut juga sudah ditahan.

Untuk penanganan perkara kasus pencabulan dengan korban anak di bawah umur ini, Polres juga melibatkan tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB).

“Karena kasus ini perlu perhatian lebih kusus kepada anak-anak kita khususnya di wilayah Brebes,” kata dia.

Menurut Kapolres, beberapa penyebab terjadinya kasus persetubuhan anak di bawah umur itu, umumnya dipengaruhi beberapa latar belakang kondisi tersangka, di antaranya pendidikan dan pengetahuan sangat kurang.

Untuk menekan angka tindak pidana pencabulan pada anak di bawah umur, jajaran Polres Brebes terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, yang menangani masalah perlindungan anak.

“Dalam perkara, mereka juga akan dijerat dengan hukuman yang terbilang berat. Kami tidak akan menjerat hukuman rendah terhadap para pelaku tentunya,” imbuh Faisal.

Hal itu juga sesuai pasal tindak kejahatan anak, rata-rata ancaman hukumannya di atas lima tahun paling rendah dan paling lama 15 tahun hingga 20 tahun penjara atau kita lakukan tuntutan hukuman maksimal.

Sementara itu, Sekertaris DP3KB Kabupaten Brebes, Rini Pujiastuti mengajak seluruh orang tua agar selalu  menjaga anak-anaknya.

“Jaga anak-anak kita dan bekali berbagai pengetahuan tentang bahaya kejahatan seksual. Selain itu juga jangan pernah membiasakan anak untuk bergaul bebas sehingga sulit untuk dikontrol,” kata Rini.

Dalam konfrensi pers beberapa waktu lalu tersebut, Kapolres Brebes mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum Kejari Brebes, Anton untuk menjelaskan perihal penuntutan maksimal kepada pelaku kejahatan terhadap anak-anak.

Dia mengatakan bahwa  dalam kasus pencabulan anak yang terjadi di Banjarharjo telah menuntut pelaku dengan hukuman maksimal 20 tahun. (HS-08)

Share This

Dinperkim Targetkan Realisasi Program Pugar RTLH Tuntas Akhir Tahun

Dico: Tidak Masuk Dalam Aturan, Penutupan Jalan Sementara Tidak Dapat Dilakukan Di Kendal