in

Polisi San Antonio Tangkap Dua Remaja yang Tembaki Rumah Novita, Pelaku Bakal Kena Dakwaan Berat

Foto : Twitter Shannon Watts @shannonrwatts

 

HALO SEMARANG – Polisi menangkap dua remaja laki-laki, yang telah menembakkan lebih dari 100 peluru, ke sebuah rumah yang dihuni warga Indonesia berusia 25 tahun, Novita Kurnia Putri, di San Antonio, Amerika Serikat.

Serangan yang diduga salah sasaran itu, menyebabkan Novita Kurnia Putri atau Novita Brazil meninggal seketika.

Deputi Sheriff Bexar County, seperti dirilis media setempat, news4sanantonio, mengatakan peristiwa itu bermula ketika seorang anak laki-laki berusia 14 dan 15 tahun, mengendarai mobil curian dan menembaki sebuah rumah, yang ternyata adalah rumah yang salah.

Novita yang saat itu berada di dalam rumah pun terkena tembakan dan nyawanya tak dapat diselamatkan.

Wanita lain, yang menurut penyelidik adalah tamu dari korban, juga terkena tembakan di bagian kaki, dan kemudian dibawa ke rumah sakit dalam kondisi stabil.

Penyelidik mengatakan lebih dari 100 selongsong peluru ditemukan di jalan di luar rumah. Dua rumah terkena tembakan selama serangan itu.

Sheriff Bexar County, Javier Salazar, seperti dirilis nbcnews, mengatakan para deputi sedang berpatroli di lingkungan itu, ketika mereka mendengar serangkaian tembakan dan melihat sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dari daerah itu.

Polisi kemudian berhasil menghentikan kendaraan itu dan menangkap dua tersangka, yakni remaja berusia 14 dan 15 tahun.

“Kami yakin para tersangka ini datang ke lokasi ini dan melakukan penembakan sambil berkendara,” kata Sheriff Bexar County, Javier Salazar.

Namun mereka ternyata salah sasaran, sehingga menyebabkan seorang wanita berusia 25 tahun kehilangan nyawanya.

“(Korban-Red) benar-benar tidak bersalah. Dia berada di kamar tidurnya, melakukan pekerjaan di komputernya dan ditembak,” kata Salazar.

Dia juga mengunggkapkan, ketika diperiksa penyidik, para pelaku penembakan itu tidak menunjukkan penyesalan.

Kedua tersangka remaja telah didakwa dengan Pembunuhan Tingkat 1 dan Serangan Berat dengan Senjata Mematikan (kejahatan tingkat 2.). Kedua dakwaan tersebut masuk kategori berat di Amerika Serikat.

Tersangka berusia 14 tahun juga didakwa menghindari Penangkapan dengan Kendaraan Bermotor dan Penggunaan Kendaraan Bermotor yang Tidak Sah.

Tersangka berusia 15 tahun itu juga didakwa menghindari penangkapan. Mereka berdua tetap ditahan di Pusat Penahanan Remaja Kabupaten Bexar. (HS-08)

Capai 34 Persen, Dispertan Kendal Terus Gencarkan Vaksinasi PMK dan Pasang Anting pada Hewan

Antisipasi Musim Hujan, BPBD Kota Semarang Imbau Camat Waspadai Banjir dan Siapkan Perahu Karet