in

Polisi Masih Dalami Kasus Kecelakaan Karambol Di Silayur Ngaliyan

Kecelakaan truk diduga akibat rem blong di turunan Jalan Prof Hamka Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (25/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Polisi saat ini masih mendalami kasus kecelakaan karambol yang melibatkan satu truk kontainer, beberapa mobil dan motor di tanjakan Silayur, Ngaliyan, Semarang, Kamis (25/2/2021).

Jumlah korban dan kendaraan yang rusak hingga kini masih diidentifikasi pihak kepolisian. Termasuk menelusuri penyebab kecelakaan.

“Informasi rem blong sehingga sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraan. Tapi kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kanitlantas Polsek Ngaliyan, AKP Wahono kepada halosemarang.id di lokasi kejadian, Kamis (25/2/2021).

Sebagai informasi, diduga rem blong truk kontainer bermuatan accu menabrak beberapa kendaraan di depannya, tepatnya turunan Jalan Prof Hamka Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (25/2/2021).

Kecelakaan ini bermula ketika truk bermuatan accu tersebut melaju dari arah CitraLand BSB City menuju Karawang. Truk ini awalnya dikawal dan melaju beriringan dengan truk lain dengan muatan yang sama.

“Kecelakaan ini terjadi pada sore hari tadi pukul 17.15 WIB. Truk ini tadi beriringan, dan ada pengawalnya, truk ini yang kedua,” kata AKP Wahono.

Akibat kecelakaan ini, ban truk diketahui lepas terpental bersama as roda, dan mengenaik mobil dan sepeda motor di seberang dan menabrak satu mobil di depannya. Laju truk ini berhenti setelah terguling di pinggir jalan.

“Bannya lepas menimpa dua mobil dan sepeda motor di seberang, dan nabrak satu mobil searah,” imbuhnya.

Informasi sementara, diduga akibat rem blong tersebut menyebabkan satu orang perempuan meninggal dunia di lokasi kejadian, dan lima korban lainnya mengalami luka parah dan dilarikan ke Rumah Sakit Paramedika Ngaliyan.

“Satu meninggal dunia di lokasi kejadian, kemudian empat sampai lima korban dilarikan ke Rumah Sakit Permata Medika,” jelas Wahono.

Pihaknya terus melakukan penyelidikan di lokasi.

Sementara itu, Yatno warga setempat ditemui halosemarang.id tak jauh dari lokasi kejadian menuturkan, sebelum mengetahui terdapat kecelakaan, dirinya melihat mendengar suara dentuman sangat keras.

“Tadi itu sekitar pukul 17.20 an, saya mendengar suara dentuman dulu, terus saya keluar ternyata ada kecelakaan ini. Saya kira suara dentuman itu suara gluduk (petir), soalnya pas hujan deras,” tutur Yatno dengan kalem.(HS)

Share This

Sudah 45 Ribu Vaksin Disuntikkan Di Jateng

Bupati dan Wakil Bupati Kendal Resmi Dilantik, Ini Ucapan dan Harapan Masyarakat