in

Polisi Lengkapi Berkas untuk Tetapkan Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Puing-puing bekas kebakaran di lembaga permasyarakatan Kelas 1 Tangerang, Banten. (Sumber : Humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Polisi kini sedang melengkapi berkas perkara untuk menentukan tersangka, dalam kasus kebakaran yang mengakibatkan 44 orang napi meninggal, di lembaga permasyarakatan Kelas 1 Tangerang, Banten.

Sebelumnya, penyidik telah melakukan gelar perkara, seusai memeriksa 22 orang saksi. Dari gelar perkara tersebut, penyidik menemukan adanya indikasi tindak pidana, dalam musibah yang terjadi Rabu (08/09) lalu itu, sehingga status kasus itu pun naik dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus, menjelaskan dugaan tindak pidana tersebut, seperti yang disebutkan dalam Pasal 187 dan 188 KUHP tentang kesengajaan serta Pasal 359 KUHP tentang kelalaian.

“Sekarang sudah ditemui pidananya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kombes Pol Yusri Yunus mengemukakan polisi harus menguak insiden kebakaran, yang sempat menjadi perhatian internasional itu.

“Arahnya ke mana, untuk mengetahui beberapa keterangan yang mereka ketahui. Apakah memang betul terjadi kebakaran, sumber api dari mana,” kata Yusri, Kamis (9/9).

Yusri mengatakan, 22 orang yang diperiksa sebagai saksi, dibagi ke dalam tiga bagian. Pertama adalah petugas yang bertugas pada saat kejadian. Kedua adalah klaster warga binaan yang selamat.

“Kemudian ketiga pendamping warga binaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat, juga mengatakan pihaknya mendalami keterangan para saksi, untuk mengungkap tragedi tersebut.

Dia menyebutkan, waktu untuk melakukan penyelidikan sangat dinamis. Polisi akan terus melakukan pendalaman jika nantinya perkembangan saat melakukan penyelidikan.

“Kan ada perkembangan penyelidikan, artiannya dinamis dia berkembang seperti ada informasi baru kemudian ditelusuri. Kalau ditargetkan kayak orang orang piket 1×24 jam kan gak bisa seperti itu,” jelasnya.

Dia menyebut perkembangan hasil penyelidikan akan terus didalami untuk mendapatkan kesesuaian. Semuanya yang berkembang dari hasil lidik akan didalami. Masyarakat diminta untuk bersabar atas kasus tersebut.

Sementara itu berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kemenkum dan HAM, saat insiden terjadi blog C2 yang terbakar itu hanya dijaga satu petugas.

“Pada saat kejadian, di blok C2 memang ada satu orang penjaga, karena bergantian,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Rika Apriyanti, Jumat (10/9).

Dia menjelaskan, jumlah petugas jaga lapas berjumlah 13 orang yang mengawasi sebanyak tujuh blok hunian atau tujuh menara. Adapun jumlah narapidana yang diawasi berjumlah 2.072 tahanan, angka itu jauh lebih banyak dari kapasitas lapas 600 orang.

“Kalau komandan jaga kan di tempat komandan jaga, lima orang, berarti sisanya delapan orang. Delapan inilah yang diatur oleh komandan jaga untuk melakukan penjagaan di masing-masing blok secara bergantian,” katanya.

Dengan kondisi semacam itu, menurut dia sangat sulit untuk mengeluarkan semua tahanan dari sel, hingga akhirnya korban pun berjatuhan.

“Kalau kita ada di posisi mereka saat itu, susah untuk menyelamatkan semua. Karena kan posisinya panik, warga binaan juga berlarian dalam satu paviliun,” tuturnya. (HS-08)

Share This

20 Tahun Berlalu, Korban Tragedi 11 September Masih Bertambah

Masyarakat Diminta Waspadai Situs Palsu Serupa Peduli Lindung