in

Polisi Kesulitan Ungkap Kasus, Pelaku Bakar Mobil di Semarang Terlatih?

Misteri teror bakar mobil di Semarang hingga kini belum terungkap.

 

POLISI hingga kini masih mendalami dan memburu dalang di balik kasus pembakaran mobil dan motor di Kota Semarang. Beberapa pekan terakhir, kasus ini membuat resah warga Kota Semarang, Kabupaten Kendal, serta Kabupaten Semarang.

Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Condro Kirono menyebutkan, dugaan sementara motif di balik maraknya teror pembakaran mobil ini adalah sengaja ingin membuat resah masyarakat
Awal peristiwa pembakaran ini, menurut dia, pertama kali terjadi di Kabupaten Kendal.

“Tapi di Kendal enggak nendang. Enggak viral-lah. Kemudian masuk Semarang lewat kawasan yang berbatasan dengan Kendal, yaitu kecamatan Ngaliyan,” katanya, belum lama ini.

Begitu masuk Kota Semarang, Condro mengklaim pihak kepolisian mulai mengevaluasi secara mendalam. “Kami melihat, beberapa kejadian tidak ada motif ekonomi, tidak ada motif dendam pribadi,” kata dia.

Kapolda pun harus menerjunkan 450 personel gabungan dari Sabhara dan Brimob yang di-BKO (Bantuan Kendali Operasi) untuk membantu Polrestabes Semarang dalam meningkatkan patroli.

Di tempat terpisah, Kapolrestabes Semarang, Komisaris Besar Abioso Seno Aji mengatakan, pihaknya masih berupaya menganalisa kasus ini lewat berbagai petunjuk yang didapat. Beberapa di antaranya adalah rekaman kamera pengawas CCTV dan keterangan saksi.

Abi mengatakan, saat ini institusinya baru mengantongi petunjuk dari dua rekaman kamera pengawas di dua TKP berbeda, yakni di Banyumanik dan Gajahmungkur. Selain itu, petugasnya juga mengumpulkan keterangan para saksi.

Abi menerangkan, pihaknya mengalami kesulitan lantaran dari dua rekaman dan keterangan saksi terdapat perbedaan. Dalam rekaman, gambar memperlihatkan jika pelaku beraksi sendirian. Sementara, dari keterangan saksi di lokasi lain, warga melihat dua orang. “Tetapi dari kesaksian dan rekaman, ciri-cirinya memiliki kesamaan,” ujar Abi.

Selain itu, gambar rekaman dari kamera pengawas juga memiliki keterbatasan resolusi. Akibatnya, petugas kesulitan mendapatkan detail wajah pelaku.

“Yang ditemukan di dua tempat kejadian perkara, di Banyumanik dan Menoreh (Kecamatan Gajahmungkur) itu resolusinya sangat rendah. Kami tarik zoom (perbesar), gambarnya pecah. Memang kurang bagus kualitasnya,” jelas Abi.

Abi menyebut pelaku bernyali dan terlatih. Hal ini dilihat dari analisa dan pengamatan terhadap modus pelaku. Pelaku menggunakan botol air minum kemasan plastik atau plastik bening yang diisi bahan bakar dan diselipkan kain. “Bernyali juga pelaku ini. Jamnya selalu ambil waktu menjelang subuh atau saat subuh,” kata Abi.

Atas maraknya kejadian teror pembakaran, Abi mengimbau warganya untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Menurutnya, dengan sistem pengamanan sedemikian rupa, tidak hanya menekan aksi teror pembakaran, namun juga mengurangi tindak kejahatan lainnya.

Tindak Tegas Pelaku

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menduga teror pembakaran kendaraan di sejumlah tempat, baik di Kota dan Kabupaten Semarang, maupun di Kabupaten Kendal dilakukan oleh orang terlatih. Dia menyampaikan, dari koordinasi dengan Kapolda maupun Pangdam, pola teror pembakaran mobil belum bisa diketahui. Pola yang dilakukan oleh peneror, cenderung acak dan tidak meninggalkan apapun. “Relatif jejaknya itu bersih. Saya menduga orangnya ini cukup terlatih,” katanya.

Menurutnya, jika dikaitkan dengan sejumlah kejadian yang terjadi di Jateng, tidak ada yang dapat disangkutpautkan. Sebab, di wilayah yang dipimpinnya tersebut, tak ada kejadian satu pun yang sampai membuat orang bertindak semacam itu.

“Di Jawa Tengah tidak ada kejadian yang luar biasa. Yang mendorong orang marah semarah-marahnya sehingga membakar. Saya juga tidak mendapatkan informasi adanya pertentangan antar kelompok,” paparnya.

Ganjar juga sudah memperoleh laporan bahwa pihak korban pembakaran mobil juga tidak memiliki masalah. Baik piutang dengan pihak ataupun punya pertikaian dengan kelompok tertentu.

Saat ditanya apakah ada kecurigaan teror tersebut ada kaitannya dengan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang sebentar lagi digelar? Ganjar menjawab tidak memiliki kecurigaan tersebut. “Jawa Tengah terkenal sejuk, damai masyarakatnya iklimnya kondusif. Saya mengalami pemilihan gubernur saja, Pemilihan Bupati serentak, sejuk-sejuk saja. Tidak ada kejadian seperti ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Ganjar menambahkan, pihaknya meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas para pelaku dan menyelesaikan persoalan itu sesuai dengan hukum. “Kepada para peengganggu, anda saya peringatkan. Kita akan kejar dan minta pertanggung jawabannya secara penuh. Saya meminta aparat penegak hukum agar tidak ragu (ambil tindakan tegas),” katanya.(HS)

Komisi B DPRD Pertanyakan Kelanjutan Proyek SPAM Semarang Barat

Ini Alasan Pemkot Semarang, Mengganti Rumput Lapangan Citarum dengan Rumput Sintetis