Polisi Kembali Tangkap 1 Tersangka Kasus Intoleran di Pasar Kliwon Solo

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

 

HALO SEMARANG – Tim Resmob Satreskrim Polresta Surakarta kembali menangkap satu orang tersangka perusakan mobil di rumah Habib Umar Assegaf di kawasan Pasar Kliwon Solo saat acara doa sebelum akad nikah anaknya pada 8 Agustus 2020 lalu.

Tersangka berinisial TH (35) yang beralamat di Dadapsari Rt 2/03 Sangkrah Pasar Kliwon Surakarta, ditangkap polisi pada Senin (28/9/2020).

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menyatakan, tersangka ditangkap di Mertodranan Pasar Kliwon Surakarta pada Senin 28 September 2020.

Selain menangkap satu tersangka, menurut Iskandar, polisi juga masih memburu empat tersangka lain.

“Dari hasil penyelidikan, kepolisan berhasil mengungkap bahwa pelaku dengan temanya naik motor datang ke tempat kejadian perkara dengan niat hendak membubarkan acara Midodareni di rumah Habib Umar Asyegaf di kawasan Pasar Kliwon,” ujarnya, Kamis (1/10/2020).

Iskandar menambahkan, sesampainya di tempat kejadian, pelaku melakukan perusakan dengan melempar mobil warna putih milik korban dengan batu bersama temanya sebanyak dua kali.

Di lain tempat, Tim Resmob Satreskrim Polresta Surakarta, juga berhasil menangkap satu orang atas nama S alias ROMDON di Jepara yang merupakan DPO kasus kekerasan di Pasar Kliwon.

Secara keseluruhan, menurut Iskandar, penyidik Satreskrim Polresta Surakarta berhasil menetapkan 12 orang tersangka terkait kasus ini.

“Sebanyak 12 tersangka itu adalah BD, MI, MS, AN, ST, SR, AN alias HOHO, M alias Mitun, Wahyudi alias Lentho, T alias Tono, dan S alias Romdon. Saat ini polisi masih memburu empat tersangka lain yaitu SJ, CP, WY, BG,” ujarnya.

Iskandar menambahkan, kasus tersebut telah ditangani oleh Resmob Satreskrim Polresta Surakarta dan mencapai tahap pelaksanaan rekontruksi lanjutan untuk dua orang tersangka baru, yakni Tono dan Romdon serta penyelesaian berkas perkara untuk dua tersangka baru tersebut.

Seperti diketahui, kasus penyerangan, perusakan sejumlah mobil dan motor hingga penganiayaan yang menyebabkan Habib Umar Assegaf dan dua keluarganya terluka terjadi saat acara midodareni anak Habib Assegaf pada 8 Agustus 2020 lalu.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.