Polisi Akan Turun ke Jalan Pastikan Larangan Takbir Keliling Dipatuhi

Foto : Tribratanews.polri.go.id

 

HALO SEMARANG – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan mengerahkan personel untuk memastikan masyarakat mematuhi larangan takbir keliling menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pelarangan diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Rusdi Hartono mengatakan sebelum hari raya nanti, polisi bakal memberikan imbauan secara masif ke publik, mengenai kebijakan tersebut.

Pemerintah pun telah menyosialisasikan kebijakan pelarangan takbir keliling itu, ke semua kepala daerah dan pemangku kepentingan lain di masing-masing wilayah.

- Advertisement -

Sehingga nantinya, lanjut Rusdi, tindakan yang dilakukan di tingkat daerah pun akan seragam.

“Nanti pada pelaksanaannya, aparat akan turun ke jalan. Aparat terkait lainnya turun ke jalan untuk bisa mengamankan. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini masyarakat paham, dan masyarakat mau melaksanakan imbauan pemerintah untuk tidak dilakukan takbir keliling,” jelas Karopenmas Divhumas Polri.

Sebelumnya Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan bahwa takbiran keliling jelang hari raya tidak bisa dilakukan mengingat situasi pandemi virus corona (SARS-CoV-2) yang masih merebak di Tanah Air. Menteri Agama mengatakan tradisi takbiran biasanya mengundang kerumunan orang. Pemerintah khawatir kegiatan ini justru akan menjadi tempat penyebaran Covid-19.

Sebagai gantinya, Yaqut mempersilakan warga untuk merayakan takbiran di masjid atau musala. Akan tetapi dia tetap mengingatkan, jumlah warga yang hadir maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau musala. Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor itu menyampaikan hukum sejumlah kegiatan ibadah pada bulan Ramadan adalah sunah. Sementara itu, menjaga keselamatan diri dan orang lain hukumnya adalah wajib.

“Silakan takbir dilakukan di dalam masjid atau musala dengan menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan kita semua dari penularan Covid-19. Jumlahnya tetap dibatas 50 persen dari kapasitas masjid atau musala,” kata Gus Yaqut.

Kemenag juga mengajak masyarakat untuk terus bersabar. “Semoga Allah akan memberikan jalan atau hasil yang terbaik untuk kita semua dan bangsa negara. Insya Allah, dengan ikhtiar dan kolaborasi pemerintah bersama masyarakat, pandemi Covid-19 ini akan segera berlalu. Insya Allah, kita juga tidak akan kehilangan pahala apa pun, tidak akan kehilangan pahala sedikit pun jika tetap mendahulukan yang wajib daripada mendahulukan yang sunah,” kata dia, seperti dirilis Kemenag.go.id. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.