in ,

Polda Jateng Ungkap Penyelundupan Ribuan Motor Bodong Jaringan Internasional

Barang bukti ungkap kasus penyelundupan motor jaringan internasional diamankan di Polda Jateng untuk proses hukum selanjutnya, Selasa (21/5/2024).

HALO SEMARANG – Polda Jateng berhasil mengungkap penyelundupan ribuan motor bodong jaringan internasional. Total sudah ada 1000 sepeda motor yang dikirim oleh pelaku ke negara Vietnam dari Indonesia.

Namun puluhan motor berhasil disita untuk dilakukan pemeriksaan hukum selanjutnya. Dari pengungkapan kasus ini, kepolisian mengamankan dua orang orang pelaku masing-masing bernama Sumantri (38) dan Ashari (39) keduanya warga Karangawen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Pengungkapan bermula saat kepolisian mendapatkan informasi adanya transaksi pengiriman sepeda motor ke Surabaya melalui jalur ekspedisi kereta api yang tidak dilengkapi dengan surat atau dokumen lengkap pada Mei 2024.

Menerima informasi itu, kepolisian melakukan penyelidikan dan berhasil mendapati adanya pengiriman sejumlah kendaraan dikirim dari Stasiun Tawang ke Pasar Turi Surabaya, pada Selasa (7/5/2024). Hasil pengembangan, dilakukan penangkapan tersangka Ashari.

“Di tangan tersangka Ashari ditemukan lima unit sepeda motor. Kemudian diinterogasi bahwa yang bersangkutan adalah sebagai pemungut. Kemudian ada pemodal yang namanya Sumantri, dan didapati ada 10 motor. Jadi ada 15 unit sepeda motor,” ujar Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Simamora, Selasa (21/5/2024).

Sumantri berhasil diamankan tanpa perlawanan di rumahnya. Hasil pengembangan dari keterangan dua pelaku, petugas berhasil menemukan puluhan motor tanpa dokumen lengkap yang disimpan di dalam gudang dealer di Surabaya milik perempuan bernama M.

“Tim unit ranmor datangin ke Surabaya, ditemukan 65 sepeda motor yang siap dikirim, di dalam gudang pemilik dealer juga yang ada di Surabaya,” tuturnya.

Johanson menyebutkan, kejahatan ini sudah berlangsung cukup lama. Sebelumnya pelaku juga telah melakukan penyelundupan sepeda motor dengan jumlah mencapai ribuan ke negara Vietnam.

“Dari 2 Januari 2023 sampai Mei sudah 1000 unit sepeda motor, sudah di Vietnam. Nanti tim akan berangkat dan koordinasi dengan polisi Vietnam. Karena pemesanan barang berdasarkan yang kita periksa itu berdasarkan request dari Vietnam,” terangnya.

Sampai sekarang ini, kepolisian masih melakukan pendalaman ungkap kasus ini. Sebanyak 13 orang saksi juga telah dimintai keterangan untuk bahan penyelidikan lebih lanjut guna pengembangan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal pasal 480 KUHP dan atau 481 KUHP kasus tindak pidana penadahan dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menambahkan, kasus ini merupakan kejahatan Transasional, yang mempunyai lingkup instalasi tinggi, serta melibatkan dua negara Indonesia dan Vietnam. Modus operandinya adalah pengiriman kendaraan belum ada dokumen yang secara masif para tersangka.

“Tersangka ini mencari sasaran kendaraan- kendaraan leasing. Dimana kendaraan-kendaraan leasing dari dealer ini lewat Facebook dan akun-akun tertentu. Untuk dibeli dengan harga miring, atau murah,” bebernya.

“Kemudian tersangka ini dikumpulkan dan dikirim ke surabaya. Kemudian di surabaya nanti dikumpulkan di salah satu dealer H. Di dealer itu dirubah dibuat nol kilometer. Kemudian koordinasi dengan beberapa saksi di Batam, yang sedang kita lakukan pemeriksaan, kemudian dikirim ke Vietnam,” imbuhnya.

Kapolda menghimbau kepada dealer atau finance maupun masyarakat yang merasa dirugikan untuk segera melaporkan ke Polda untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Disisi lain, tersangka Sumantri, mengaku sebagai pemodal melakukan pembelian sepeda motor dengan harga Rp 17 juta per unit. Pihaknya juga mengaku, sepeda motor yang dibeli tanpa surat lengkap, dengan kentungan mencapai jutaan.

“Mendapatkan untung Rp 1,2 juta,” bebernya.

Sedangkan tersangka Ashari, mengaku juga sama, membeli sepeda motor melalui online. Keuntungan yang diperoleh di bawah Sumantri.

“Saya mencari sepeda motor lewat grup Jual beli STNK Only di Facebook dengan keuntungan 500 ribu setiap motor,” imbuhnya. (HS-06)

Banyak Pemain Asing yang Trial di PSIS, Begini Tanggapan Yoyok Sukawi

Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut