in

Polda Jateng Ungkap Penyelundupan Benih Lobster Dengan Kerugian Negara Mencapai Rp 2,3 Miliar

Ungkap kasus penyelundupan benih benih lobster (BBL) jenis mutiara dan pasir dari tangan nelayan di Perairan Cilacap di Kantor Ditpolair Polda Jateng, Rabu (29/9/2021).

 

HALO SEMARANG – Direktorat Polisi Air Baharkam Polri (Ditpolair) Polda Jateng berhasil mengungkap penyelundupan benih benih lobster (BBL) jenis mutiara dan pasir dari tangan nelayan di Perairan Cilacap.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Dirpolair Polda Jateng, Kombes Pol R Setijo Nugroho mengungkapkan, satu orang berinisal YPD (34) warga Cilacap diamankan terkait pelanggaran menangkap benih lobster yang dilarang.

Akibat pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku, negara harus mengalami kerugian hingga Rp 2,3 miliar.

“Jadi benih-benih lobster ini memang dilarang untuk dilakukan penangkapan. Ini semua kita lakukan untuk meningkatkan dan menjaga perekonomian masyarakat,” ujar Luthfi saat rilis kasus di halaman Kantor Ditpolair Polda Jateng, Rabu (29/9/2021).

Luthfi menjelaskan, pengungkapan ini bermula dari adanya laporan masyarakat terkait seorang nelayan yang mengumpulkan BBL pada Selasa (10/8/2021) lalu.

Setelah mendapat informasi tersebut, kemudian Tim Subdit Gakkum Ditpolariud Polda Jateng bersama Tim Satgas BbL langsung melakukan pembuntutan serta pengamatan, lalu dilakukan pengembangan dan berhasil mengamankan satu orang pada (31/9/2021).

“Ditangkap saat akan melakukan distribusi benih lobster di Jalan Jeruk, Kabupaten Cilacap. Pada saat dimintai keterangan oleh petugas YPD membawa BBL (Benih Bening Lobster) dalam sebuah kardus bungkus rokok berjumlah kurang lebih sebanyak 9.320 ekor,” ucapnya.

“Dari tangan pelaku, telah diamankan sebanyak 1200 ekor lobster mutiara kemudian 8120 ekor lobster pasir yang apabila ditaksir kerugian negara mencapai Rp 2,3 miliar,” katanya.

Luthfi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terkait peredaran benih lobster yang akan dikirim ke luar negeri yang nantinya akan dikembalikan ke dalam negeri.

“Ini nanti akan kita kembangkan dari hasil temuan ini ada pengiriman-pengiriman sebelumnya atau setelahnya. Saya perintahkan ungkap habis tidak ada lagi penangkapan BBL. Ini juga selaras dengan perintah Kapolri demi menjaga ekonomi,” bebernya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 92 Jo pasal 26, Ayat 1 UU  RI No 11 Tahun 2020, Tentang cipta kerja perubahan atas UU RI No 45 Tahun 2009, tentang perubahan atas UU RI no 31 tahun 2004 Tentang Perikanan.

“Pelaku diancam hukuman 8 tahun penjara, dengan denda Rp 1,5 miliar. Kami berharap kejadian ini jangan terulang lagi, dan Polda Jateng tidak akan segen segan menindak pelaku tindak kejahatan apapun di wilayah hukum Polda Jateng,” imbuhnya.(HS)

Share This

117 Ribu Benih Ikan Tawes dan Nila Disebar di Beberapa Lokasi di Kendal

Pemeriksaan Robohnya Pasar Sementara Weleri I Selesai, Inspektorat: Bupati Yang Akan Menyampaikan