in

Polda Jateng Ungkap Kasus Pembobolan Mesin ATM Termasuk Di Gunungpati

Konferensi pers ungkap kasus pembobolan mesin ATM di wilayah Gunungpati oleh Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng.

 

HALO SEMARANG – Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng berhasil mengungkap kasus pembobolan mesin ATM yang terjadi di wilayah Jawa Tengah dengan total kerugian mencapai Rp 1 miliar.

Salah satu kejahatan itu juga terjadi di dalam Indomaret, Jalan Raya Plalangan, Kelurahan Plalangan, Kecamatan Gunungpati pada Sabtu, (18/9/2021) sekitar pukul 04.30 WIB dengan kerugian ditaksir Rp 849,4 juta.

Direktur Reserse Kriminalisasi Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan, dalam kasus tersebut, pihaknya berhasil menangkap enam orang pelaku aksi kejahatan.

Pelaku pertama berinisial M (39) warga Banten yang berperan sebagai pembobol tembok dan mengawasi situasi lapangan. Kemudian pelaku kedua berinisial AM (42) warga Depok, Jawa Barat yang berperan sebagai pembobol tembok dan merusak mesin ATM.

“M dari hasil kejahatan mengaku mendapatkan hasil kejahatan Rp 13 juta sementara AM mendapatkan Rp 25 juta,” ujarnya saat rilis kasus di Mapolda Jateng, Jumat (1/9/2021).

Kemudian pelaku ketiga berinisal MN (46) warga Grobogan berperan sebagai driver serta mengangkut alat-alat untuk melakukan aksi kejahatan dan mengaku mendapatkan hasil Rp 23 juta. Pelaku keempat berinisal MA (34) warga Banten berperan sebagai orang yang mengawasi lokasi kejadian dan mengaku mendapatkan upah Rp 13 juta.

Selanjutnya, pelaku kelima dan keenam berinisial SY (36) dan AR, di mana keduanya warga Grobogan yang juga berperan sebagai pengawas lokasi sekitar dengan mendapatkan upah masing-masing Rp 13 juta.

“Kemudian dalam proses penyeldikan kami sudah menangkap enam pelaku. Jadi enam pelaku semuanya sudah kita tangkap dan tidak ada tunggakan jadi lengkap semua kita dapatkan,” bebernya.

“Saat penangkapan, enam pelaku tersebut terpisah dari dua TKP. Sehingga kita memberangkatkan satu tim, saat itu hasil penyelidikan kita berada dan tangkap di Lebak, Banten ada empat orang dan dua orang di Mranggen,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula ketika kali pertama para pelaku melakukan aksinya di ATM Cimb Niaga yang terletak di dalam Indomaret Jalan Raya Kembangarum KM.16, Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada Minggu (12/9/2021). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 97,15 juta.

Setelah mendapat laporan tersebut dan berhasil menangkap para pelaku, didapat hasil pengembangan bahwa para pelaku sudah empat kali melakukan aksi kejahatan yang sama.

Diketahui, aksi pertama dilakukan pada Jumat (10/9/2021) sekira pukul 04.00 WIB di Grobogan. Namun aksi itu gagal lantaran saat melakukan aksinya para pelaku merasa ada yang melihat.

Kemudian, aksi kedua dilakukan pada Minggu (12/9/2021) di Mranggen dan mendapatkan hasil sebesar uang tunai senilai Rp 97,15 juta. Aksi ketiga pada Jumat (17/9/2021) sekira pukul 03.00 WIB dilakukan di ATM Bank BRI depan Samsat Ungaran dan aksinya gagal lantaran gas untuk mengelas habis.

“Kemudian di Gununpati cukup berhasil pelaku mendapatkan hasil sekira Rp 850 juta. Dalam kurun waktu 8 hari mulai 10 September – 17 September 2021 di 4 TKP tersebut, para pelaku berhasil mendapatkan hasil kejahatan berupa uang tunai total sebesar Rp 947,150 juta,” pungkasnya.

Saat ini barang bukti di antaranya uang dan alat sebagai sarana kejahatan pelaku sudah disita untuk proses lebih lanjut. Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 363 KUHPidana Tentang pencurian pemberatan ancaman hukuman 7 tahun pidana.(HS)

Share This

Pemanasan Global Menuntut Arsitek Berwawasan Ramah Lingkungan

Kunjungi Bocah yang Kakinya Diamputasi, Begini Pesan Ketua DPRD Kota Semarang