Polda Jateng Tingkatkan Sistem ETLE Februari Mendatang, Efektifkah ?

Foto : Tribratanews.polri.go.id

 

HALO SEMARANG – Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng akan menerapkan sistem tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), di tiga daerah Semarang, Solo, dan Banyumas, Februari 2021.

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin, mengatakan ETLE akan dipasang secara bertahap, di lokasi-lokasi rawan pelanggaran lalu lintas.

Ditlantas Polda Jateng juga telah memetakan lokasi-lokasi rawan pelanggaran, termasuk pelanggaran marka jalan, rambu-rambu, tidak pakai sabuk pengaman, atau melawan arus.

- Advertisement -

“Intinya kami akan maksimalkan program ETLE,” jelas

Dengan adanya sistem tilang elektronik atau e-tilang nantinya akan ada beberapa lokasi yang dipasang circuit closed televisi (CCTV) untuk merekam kondisi lalu lintas. Sehingga, jika ada pelanggar lalu lintas langsung terekam dan terdata di Kepolisian.

Untuk Kota semarang, telah memiliki tiga CCTV ETLE dan segera akan di-launching bulan depan. Idealnya, ETLE ini seharusnya ada di kota-kota besar, seperti di Kota Semarang, sebelum dilakukan survei sementara tercatat ada 30 lokasi yang harus dipasang. Namun setelah dilakukan disurvei secara lebih cermat, tercatat ada sekitar 50-60 lokasi yang perlu dipasangi ETLE.

Polri mendukung inovasi dan industri kreatif yang memberikan kontribusi kepada perubahan dan kemajuan kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, secara bertahap Kepolisian RI akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik, di bidang lalu lintas atau electronic traffic law enforcement (ETLE).

Tujuan lain dari mengoptimalkan ETLE yaitu untuk mengantisipasi penyimpangan- penyimpangan yang dilakukan anggota saat proses penilangan secara langsung.

Nantinya, Polantas yang bertugas di lapangan hanya perlu mengatur lalu lintas saja tanpa melakukan penilangan jika ada pengendara yang melanggar aturan. Sebab, para pelanggar tersebut sudah otomatis tertilang dengan ETLE. Dia pun berharap, hal itu bisa mengubah ikon atau wajah Polri menjadi lebih baik lagi khususnya bagian lalu lintas.

“Itu akan meminimalisasi pelanggaran yang dilakukan aparat kepolisian saat memberikan sanksi terhadap pelanggar lalu lintas. Nanti akan kita koordinasikan dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pendapatan Daerah. Pak Gubernur juga menyambut baik gagasan Kapolri, kalau bisa dijadikan suatu central Solo dan Semarang,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jateng tersebut.

Efektifkah ?

Berdasarkan pengalaman Polda Metro Jaya, ternyata penerapan ETLE cukup efektif. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo, menyebutkan penerapan penggunaan E-TLE mampu menekan pelanggaran lalu lintas di DKI Jakarta.

“Dari segi transparansi, ini luar biasa, karena menghilangkan proses negosiasi antara petugas dan masyarakat. Hal itu karena tidak ada pertemuan antara petugas dan masyarakat, sehingga meningkatkan akuntabilitas Polri,” ungkap Dirlantas Polda Metro Jaya.

“Di sisi lain, di masa pandemi ini, E-TLE sangat efektif karena mengurangi interaksi petugas dan masyarakat. Ini juga untuk mengurangi resiko penularan,” kata dia.

Dengan penggunaan E-TLE ini, terbukti pengendara lebih disiplin dalam berlalu lintas. “Pada lokasi yang ada kamera E-TLE, terjadi peningkatan disiplin berlalu lintas. Hal ini menunjukkan bahwa kamera E-TLE sangat efektif untuk meningkatkan kedisiplinan pelanggaran di Jakarta,” kata dia.

Dengan adanya hal tersebut, Polda Metro Jaya berencana akan menambahkan sebanyak 50 kamera E-TLE yang tersebar di sejumlah titik di Jakarta yang sebelumnya E-TLE telah terpasang sabanyak 53 kamera. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.