in

Polda Jateng Tangkap Tiga Dari Lima Pelaku Pembobol ATM dengan Barang Bukti Rp 891 Juta

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar F Sutisna menunjukkan barang bukti saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Senin (24/2/2020).

 

 

HALO SEMARANG – Polda Jawa Tengah berhasil menangkap tiga dari lima pelaku pembobolan mesin ATM di Muntilan, Kabupaten Magelang, Jateng. Sementara dua pelaku berstatus DPO masih dilakukan pengejaran pihak kepolisian.

Kejadian pencurian dengan pemberataan ini terjadi pada Selasa (4/2/2020). Komplotan pelaku berhasil membobol mesin ATM yang berisi uang Rp 891 juta yang diangkut ke mobil lalu, dibongkar dengan menggunakan alat pengelas.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar F Sutisna mengatakan, para pelaku melakukan aksinya dengan cara masuk ke dalam ruang ATM melalui pintu yang tidak terkunci.

“Kemudian pelaku merusak mesin ATM setelah itu mengambilnya beserta brangkas dan membawa mesin ATM keluar melalui pintu,” jelas Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar F Sutisna saat gelar perkara di Polda Jateng, Senin (24/2/2020).

Komplotan pembobol ATM tersebut, lanjut Kompol Iskandar, mempunyai tugas yang berbeda-beda.

Salah satu pelaku berinisal YT berperan sebagai driver, dan AD berperan mengambil barang hasil kejahatan dan membuka mesin ATM.

Sementara yang berstatus DPO, SY alias IP berperan merancang ide mengambil barang hasil kejahatan, menentukan sasaran, menyediakan alat, membagi uang hasil kejahatan dan PL berperan mengambil barang hasil kejahatan dan membuka mesin ATM.

Lalu satu perempuan yang merupakan istri salah satu pelaku, yakni SYT berperan menerima hasil dari kejahatan pencurian mesin ATM.

“ATM yang telah diambil menggunakan mobil, dibawa ke rumah salah seorang pelaku untuk dibongkar dengan menggunakan alat las, lalu hasil dari isi ATM tersebut dibagi rata dengan sesama anggotanya tadi,” katanya.

Pelaku berhasil ditangkap di salah satu kediaman pelaku yang berada di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Rabu (12/2/2020).

Sementara dua pelaku yang melarikan diri, sedang dilakukan proses pengejaran oleh pihak kepolisian.

Pelaku akan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.(HS)

Persaingan di Pilwakot Semarang Tanpa Diikuti Calon Jalur Perseorangan

Terdampak Tol, Lahan Pengganti SMP Negeri 16 Mengerucut ke Dua Lahan