in

Polda Jateng Tangkap Spesialis Pencurian Mobil Mewah

Tiga pelaku spesialis pencurian mobil mewah di wilayah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga dan barang bukti sudah diamankan Polda Jateng.

 

HALO SEMARANG – Polda Jateng menangkap tiga pelaku spesialis pencurian mobil mewah di wilayah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani mengungkapkan, para pelaku yang diamankan berinisal MH, RJ, dan AN di mana mereka semua warga Lampung. Karena melawan saat ditangkap, para pelaku mendapat tembakan di kakinya.

Selama menjalankan aksi, para pelaku berhasil menggasak tiga mobil yakni Honda CRV nomor polisi (Nopol) R7656QA, Toyota Fortuner B1226CJC, dan Mitsubhisi Pajero Sport R7235DC.

Tiga mobil yang dicuri tersebut dijual pelaku ke penadah berinisial IWN di Lampung yang saat ini masih menjadi buron petugas.

Djuhandani mengatakan, ketiga pelaku melakukan aksinya di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, dan Kecamatan Kutasari, Purbalingga.

Modus yang dilakukan ketiga tersangka adalah mencari kontrakan di sekitar lokasi sasaran. Setelah mendapat kontrakan ketiga pelaku melakukan survei di wilayah tersebut.

“Sasaran mobil yang dicuri adalah mobil-mobil mewah,” tuturnya, Selasa (31/8/2021).

Djuhandani menuturkan setelah mendapatkan lokasi sasaran, pelaku melakukan pencurian dengan cara menjebol jendela rumah. Setelah itu pelaku mengambil kunci mobil dan langsung dibawa kabur.

“AN bertugas mencari sasaran dan menyediakan sepeda motor untuk melakukan aksinya. Kemudian RJ bertugas merusak teralis jendela rumah dan mencari kunci mobil. Terakhir MH mengawasi RJ saat mencari kunci mobil,” tuturnya.

Dikatakannya, tiga mobil itu baru dijual ke IWN sekitar Rp 60 juta hingga Rp 80 juta ke IWN di Lampung. Mobil hasil curian ditemukan di rumah penadah. Menurutnya, pelaku yang berinisial IWN itu berperan sebagai penadah hasil curian tersebut. IWN rupanya telah lebih dahulu kabur saat dilakukan penangkapan.

“Saat kami cari yang bersangkutan sudah tidak berada di tempat,” ujarnya.

Ia mengatakan, ketiga tersangka dapat dijerat pasal 364 ayat (1) ke 3e,4e, dan 5e KUHP dan terancam hukuman 9 tahun penjara.(HS)

Share This

September, Pedagang Johar Akan Boyongan ke Bangunan Pasar Johar Cagar Budaya

Jateng Kembali Jadi Provinsi Terbaik TLHP Kemendagri