in

Polda Jateng Catat Ratusan Anggota Bermasalah

 

Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Pol Mukiya (dok.Humas Polda Jateng)

 

 

HALO SEMARANG – Polda Jawa Tengah (Jateng) mencatat ada ratusan anggota kepolisian yang saat ini sedang bermasalah. Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Pol Mukiya mengatakan, anggota yang bermasalah berjumlah 450 orang. 50 di antaranya sedang mengikuti Program Pembinaan dan Pemulihan Profesi di Pusat Pendidikan Binmas Lemdiklat Polri di Banyubiru, Kabupaten Semarang.

“Saat ini, kita melaksanakan program pembinaan dan pemulihan profesi terhadap anggota Polri yang sedang menjalani hukuman dan masa pengawasan di Pusdik Binmas, Banyubiru. Rencananya ini berkelanjutan, seluruh anggota Polda Jateng yang bermasalah akan diikutsertakan program ini,” ujarnya seperti rilis yang diterima, Jumat (12/11/2021).

Mukiya menerangkan, pembinaan dan sanksi yang diberikan terhadap anggota disesuaikan dengan tingkat pelanggaran.

“Pada anggota yang kategori sedang dan ringan akan dilakukan pembinaan seperti yang dilakukan saat ini di Banyubiru. Namun, bagi mereka yang terlibat pelanggaran kategori berat akan diproses dengan resiko terberat berupa pemecatan,” bebernya.

Sementara itu, terkait pembinaan yang digunakan, pihaknya menghadirkan psikolog, pelatihan neuro associatiative conditioning hingga pemberian motivasi.

Program pembinaan yang dikemas selama enam hari ini, diwarnai pula kegiatan renungan atau introspeksi diri. Peserta muslim diajak bermuhasabah di Ponpes Al Mahdi, Banyubiru, sedangkan yang beragama lain akan dipandu oleh tokoh agama masing-masing.

Secara kepolisian, peserta menjalani pendidikan dasar serta menerima materi pembinaan dari Biro SDM dan Propam Polri. Pemberian materi kepolisian ini ditujukan agar mereka memahami konsep reward dan punishment dalam kedinasan Polri.

“Paling tidak mereka sadar bila mereka berprestasi akan ada penghargaan, namun bila mereka melakukan pelanggaran atau tindak pidana maka ada sanksi yang menunggu termasuk resiko kehilangan profesi hingga hukuman pidana,” ungkapnya.

Selesai melakukan program pembinaan, para personel Polri akan dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Para pimpinan satuan kerja diperintahkan menjemput anggota yang selesai menjalani program.

“Di wilayah, para Kasat wajib melakukan pengawasan dan evaluasi. Diharapkan mereka berkembang menjadi polisi yang lebih baik dan bisa memberikan pengabdian yang terbaik pada masyarakat,” imbuhnya. (HS-07)

Share This

Tindak Lanjuti PKS, DJP Jateng I Sinergikan Fungsi Intelijen Dengan Polda Jateng

Latihan Menembak Kodim 0715/ Kendal, Mengasah Naluri Tempur Seorang Prajurit