PN Tuban Periksa Kelenteng Kwan Sing Bio

Pengurus Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban berfoto bersama dengan rombongan dari Sekjen Kemenag RI. (dok)

 

HALO SEMARANG – Kasus sengketa Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban terus berlanjut dengan nomor perkara 21/Pdt.G/2020/PN Tbn yang diajukan oleh penggugat Wiwit Endra Setijoweni, Yulia Canza, dan Minawati.

Pihak tergugat adalah Mardjojo dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama.

Tergugat telah menandatangani surat permohonan tanda daftar tempat ibadah agama Buddha yang ditujukan kepada Dirjen Bimas Buddha Kemenag.

Hal itu dianggap penggugat sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan sengaja.

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, baru-baru ini, memutuskan untuk membatalkan surat permohonan daftar tempat ibadah agama Buddha itu, dan harus pula mencabut daftar susunan pengurus di bawah kepemimpinan Mardjojo (Tio Eng Bo).

Humas Pengadilan Negeri (PN) Tuban, Uzan Purwadi, menyatakan kedatangannya ke Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio merupakan rangkaian dari proses persidangan atas kasus yang disengketakan.

‘’Kami melihat langsung apa yang disengketakan,’’ ungkap Uzan.

Dia menuturkan, sebelumnya pihak penggugat memohon untuk dilakukan pemeriksaan di lokasi. Setelah melakukan pemeriksaani, memang terbukti ada tiga agama di Kelenteng Tuban, yakni Khonghucu, Buddha, dan Aliran Tao.

‘’Kita akan lakukan persidangan pemeriksaan saksi pada Rabu nanti. Sidang terbuka untuk umum,’’ jelas Uzan.

Sementara itu, kuasa hukum penggugat, Yoyok Sismoyo, menegaskkan pengajuan Kelenteng Kwan Sing Bio ke Dirjen Bimas Buddha Kemenag sebagai tanda daftar rumah ibadah agama Buddha yang dilakukan oleh tergugat harus dibatalkan.

‘’PN Tuban seharusnya membatalkan tanda daftar itu karena Kelenteng Tuban merupakan tempat ibadah bersama tiga agama. Ini merupakan simbol kebhinekaan yang ada di Tuban,’’ papar Yoyok.

Dia menilai proses pemeriksaan tempat ibadah yang dilakukan PN Tuban sangat penting. Sebab, nanti bisa mencocokkan keterangan saksi di persidangan.

‘’Semisal saksi menerangkan bahwa di Kelenteng Tuban ada tiga aliran agama, dan Majelis Hakim bisa mengetahui kebenarannya,’’ tambah Yoyok.

Ketua Penilik (Demisioner) Kelenteng Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro, menandaskan TITD yang terletak di Jalan RE Martadinata ini merupakan Kelenteng Kwan Sing Bio, bukan Kelenteng Tjoe Ling Kiong yang berada di depan Alun-alun Tuban.

‘’Kita sudah menjelaskan secara detail kepada pihak PN Tuban bahwa TITD ini merupakan kelenteng, bukan vihara. Itu sudah terbukti sejak 200 tahun yang lalu,’’ ujar Alim.

Alim berharap konflik yang terjadi di Kelenteng Tuban cepat selesai dan segera rukun dan damai. Dengan begitu, masyarakat dari luar kota dan luar negeri bisa beribadah lagi.

‘’Seperti apa yang disampaikan Sekjen Kemenag waktu berkunjung ke kelenteng, kebersatuan kita harus kembali ke Tri Dharma, jangan ada lagi kekisruhan,’’ jelasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.