in

PMI Kota Semarang Ajak “Mbak Ita” Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Tambak Lorok

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Ketua PMI Kota Semarang, dr Awal Prasetyo, saat mencicipi menu sup jagung, di daerah rawan rob, Tambak Lorok Semarang, Sabtu (16/7/2022).

HALO SEMARANG – PMI Kota Semarang mengadakan pencegahan stunting dengan memasak menu pencegah stunting bersama Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, di daerah rawan rob, Tambak Lorok Semarang, Sabtu (16/7/2022).

Dalam rilis yang diterima halosemarang.id, sosialisasi ini dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran stunting dan juga siaga bencana di daerah rawan rob.

Ketua PMI Kota Semarang, dr Awal Prasetyo mengatakan, dengan memasak menu pencegah stunting ini diharapkan ibu ibu Tambak Lorok Semarang bisa lebih mengerti bagaimana pencegahan stunting melalui menu sehat pencegah stunting.

Dikatakan, salah satu menu sehat yang dimasak ada sup krim jagung. Menurutnya sup jagung merupakan salah satu menu lezat yang banyak disukai anak-anak.

“Jagung merupakan sumber karbohidrat yang tinggi antioksidannya, bisa membantu menangkal radikal bebas. Kandungan serat yang tinggi pada jagung juga bisa membantu memperlancar kesehatan pencernaan anak,” paparnya.

Tak hanya memasak menu stunting, PMI Kota Semarang juga menggelar siaga bencana, dengan mengadakan penanam pohon mangrove di wilayah Tambak Lorok Semarang.

“Mengingat wilayah Tambak Lorok merupakan daerah dengan kuantitas bajir rob yang cukup tinggi dan sebagai upaya pencegahan abrasi,” imbuh dokter Awal.

Dengan dipandu oleh Ketua PMI Kota Semarang, Wakil Wali Kota Semarang yang akrab disapa Ita bersama warga menanam magrove di sepanjang jalan permukiman Tambak Lorok.

Ita mengatakan, stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Dikatakan, tingkat sosial ekonomi atau tingkat kemakmuran mempengaruhi kemampuan keluarga untuk mencukupi kebutuhan zat gizi balitanya.

“Selain itu, keadaan sosial ekonomi juga berpegaruh pada pemilihan macam makanan tambahan dan waktu pemberian makananya serta kebiasan hidup sehat. Hal inilah yang sedikit banyak sangat berpengaruh terhadap kejadian stunting balita,” kata Wakil Wali Kota Semarang.

Tak hanya itu PMI juga mengadakan pemeriksaan kesehatan dan membagikan vitamin secara gratis untuk setiap warga Tambak Lorok, serta edukasi merawat gigi yang langsung di paparkan oleh salah satu dokter gigi yang ada di PMI Kota Semarang.

Kegiatan ditutup dengan pemaparan oleh salah satu dokter di PMI Kota Semarang bagaimana cara merawat tubuh dengan baik di tengah keadaan Tambak Lorok yang rawan dengan banjir rob.(HS)

Antisipasi Perubahan Iklim, Pertamina Dorong Kolaborasi Global Sukseskan Transisi Energi

Pedagang Pasar Manis Banyumas Wadul ke Ganjar: Harga Sayur Mundak Pak