in

PMI Gelar Bulan Dana, Bupati Rembang : Bukan Yayasan Abal-abal

Pembukaan bulan dana PMI Rembang tahun 2022. (Foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang, dalam bulan dana tahun ini menargetkan memperoleh Rp 700 juta, atau naik Rp 300 juta dibanding tahun 2021.

Hal itu disampaikan Ketua PMI Kabupaten Rembang, Samsul Anwar, dalam kegiatan pencanangan bulan dana tahun 2022 di Pendopo Museum Kartini, baru-baru ini.

Samsul Anwar menyampaikan, bulan dana PMI merupakan upaya untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial masyarakat, menggalang dana dalam rangka meringankan penderitaan sesama, membantu korban bencana alam dan non alam. Selain itu juga untuk pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial kemasyarakatan, pembinaan generasi muda dan relawan.

“Kami berkomitmen semua dana dari panjenengan, dari masyarakat akan kembali lagi ke masyarakat. Benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan individu kami sebagai pengurus. Jadi memang murni kegiatannya untuk masyarakat,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id, Jumat (5/8/2022).

Pencanangan target bulan dana sebesar Rp 700 juta, akan berlangsung selama tiga bulan ke depan, atau sampai awal November.

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan, selaku ketua panitia Bulan Dana PMI 2022, mengatakan syarat-syarat untuk melaksanakan bulan dana PMI sudah terpenuhi semuanya. Mulai dari rekomendasi Gubernur Jawa Tengah, Bupati Rembang, serta penetapan SK pengurus PMI.

Kapolres menjelaskan, bulan dana yang terkumpul akan digunakan untuk banyak kegiatan sosial. Di antaranya untuk korban bencana hingga penyemprotan disinfektan dan pelayanan ambulans.

Dia mewanti-wanti agar penggalangan bulan dana PMI ini, jangan sampai menimbulkan masalah hukum. Dengan embel-embel untuk kemanusiaan, namun ternyata digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Kita sudah ada pengalaman pengumpulan dana yang mengatasnamakan kemanusiaan ternyata ada beberapa yang bermasalah hukum. Saya harap PMI bisa menunjukkan bahwa mulai penarikan dananya hingga penggunaannya dan pelaporannya tidak melanggar hukum,” bebernya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz, mengatakan saat ini ada yayasan yang mengatasnamakan kemanusiaan, namun tidak sesuai fungsinya. Namun dirinya meyakini PMI tidak seperti yayasan abal-abal tersebut.

Sementara terkait target bulan dana PMI, Bupati Hafidz menyebut target itu merupakan target minimal. Sehingga bulan dana PMI yang terkumpul nantinya bisa diupayakan melebihi target Rp. 700 juta.

“Agar PMI ini bisa menunjukan kelas sebagai organisasi kemanusiaan tingkat Kabupaten bahkan melewati tingkat provinsi. Maka perlu kita dukung bersama-sama,” kata dia. (HS-08)

Mengenal Komunitas Kreator TGC Semarang, di Ultah Pertamanya Ingin Makin Eksis dan Jadi Hiburan Alternatif

Cek Kesehatan ASN di Karanganyar, Dinkes : 36.5 Persen Berperilaku Sendatary