in

Plh Bupati Wonosobo Minta Regenerasi Wayang Othok Obrol dan Tari Daeng Jangan Putus

Plh Bupati Wonosobo, One Andang Wardoyo, seusai menyerahkan sertifikat HKI kepada kedua kelompok kesenian di Ruang Mangunkusumo Setda. (Foto : Wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Kelompok seni Budaya Jetayu dan Kelompok seni Sedya Manunggal Desa Selokromo, Kecamatan Leksono menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI), untuk kesenian Wayang Othok Obrol dan Tari Daeng, Rabu (25/2).

Plh Bupati Wonosobo, One Andang Wardoyo, seusai menyerahkan sertifikat HKI kepada kedua kelompok kesenian di Ruang Mangunkusumo Setda, meminta agar proses regenerasi para pelakunya tidak terputus.

“Wayang Othok Obrol dan Tari Daeng telah resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang layak untuk terus dilestarikan sehingga untuk regenerasinya pun saya minta agar disiapkan secara serius,”kata Andang, seperti dirilis Wonosobokab.go.id.

Wayang Othok Obrol, diakui Andang memiliki sejarah panjang yang layak untuk menjadi pembelajaran bagi generasi penerus.

“Jangan sampai sejarah yang begitu panjang dan unik ini, terlupakan seiring dengan semakin majunya zaman,” lanjutnya.

Anak-anak muda yang kelak meneruskan kesenian Wayang Othok Obrol dan Tari Daeng, menurut Andang mesti bisa mengembangkan keduanya sehingga dalam tampilannya mampu menyesuaikan dengan kondisi kekinian, alias aktual.

“Untuk wayang Othok Obrol, mungkin bisa mencontoh bagaimana cara dalang kenamaan, Ki Enthus, memainkan lakon yang selaras dengan era masa sekarang, sehingga tetap menghibur bagi para penikmatnya,” kata pria yang saat ini juga masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah tersebut.

Selaras dengan pesan Plh Bupati, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Kristiyanto, mengaku optimistis dengan telah diterimanya sertifikat HKI atas Seni Wayang Othok Obrol dan Tari Daeng, bakal menambah semangat para pelakunya di Desa Selokromo.

“Kami berharap, selain adanya regenerasi secara berkelanjutan, pentas kesenian tradisional seperti Wayang Othok Obrol dan Tari Daeng juga akan semakin banyak digelar, khususnya apabila nantinya masa pandemi Covid-19 telah berakhir”, ungkap Kristiyanto.

Dia juga meyakini, kekayaan seni Wayang Othok Obrol dan Tari Daeng bakal menjadi salah satu atraksi yang mampu menarik minat dan antusiasme wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Selain kedua jenis kesenian khas tersebut, Kristiyanto menyebut pihaknya juga tengah mengajukan sejumlah kesenian lokal lainnya seperti cukur rambut gimbal dan Tari Topeng serta bundengan. (HS-08)

Share This

Vaksinasi Tahap Kedua di Kabupaten Semarang, Dinkes Targetkan 800 Orang Setiap Hari

Warga Klaten Diminta Waspada, DBD dan Chikungunya Masih Mengintai