in

PKM Unika Soegijapranata Tingkatkan Pengetahuan Olah Susu Sapi

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unika Soegijapranata menunjukkan mesin pasteurisasi.

 

HALO SEMARANG – Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peningkatan Kualitas Susu Sapi Inovasi Pasteurisasi” digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unika Soegijapranata di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (12/9/2021) lalu.

FGD tersebut merupakan rangkaian dari pengabdian empat dosen yang telah dilakukan sejak awal bulan Maret tahun ini. Empat dosen tersebut yakni, Dr Lindayani, Dr Florentinus Budi, SST, MT, Dr E Lucky Maretha Sitinjak, MSi, CPA dan Shandy Jenifer Matitaputty, SE, MSi dengan disiplin ilmu berbeda-beda seperti Teknik Elektro, Ekonomi Bisnis dan Teknologi Pangan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unika Soegijapranata, Dr Lindayani memaparkan segudang manfaat susu sapi segar beserta langkah mengantisipasi susu sapi segar tidak cepat rusak.

“Susu sapi segar adalah bahan pangan yang kaya akan kandungan gizi. Dan bagian upaya untuk mencegah agar susu tidak cepat rusak adalah dengan pasteurisasi,” ungkapnya, Selasa (28/9/2021).

Sebagai nara sumber lain, Dr Dra Laksmi Hartayanie, MP melengkapi pengetahuan peserta. Ia menunjukkan cara pengolahan produk susu sapi menjadi sabun.

“Resep untuk pembuatan sabun susu adalah dengan komposisi akuades 120 gram, NaOH 64 gram, susu 51 gram, olive oil 180 gram, coconut 135 gram dan palm oil 135 gram,” jelasnya.

Selain dikonsumsi, susu dapat digunakan atau diolah menjadi produk lain seperti sabun yang juga masih berfungsi bagi kesehatan.

“Dalam proses pembuatan sabun susu, meski susu sapi akan digunakan untuk bahan pembuatan sabun, namun tetap harus dipasteurisasi, supaya hasilnya maksimal,” lanjutnya.

Terkait alat dalam proses pasteurisasi, Dr Florentinus Budi S, ST, MT menjelaskan, bahan yang digunakan seperti pada umumnya yaitu, kompor dan panci. Hanya saja, bahan dan perlakuan khusus saat memanaskan untuk menghasilkan kualitas susu yang bagus.

“Biasanya memanaskan susu di panci dengan panas api kompor. Jika api kompor berwarna biru menunjukkan panas api sangat tinggi, itu berpengaruh pada kualitas susu. Maka saya coba desain prototype alat pasteurisasi yang lebih aman untuk produk susu, bisa digunakan mengolah susu secara benar, sehingga susu bisa bertahan sampai sekitar empat hari,” jelasnya.

Dari anggota tim yang lain, Dr E Lucky Maretha Sitinjak, MSi, CPA khusus menyampaikan materi manajemen kas dan laporan keuangan. Langkah itu, menurutnya sangat penting untuk dikelola dengan baik bagi seorang pengusaha.

“Uang kas sering diartikan sebagai uang tunai. Sedangkan uang tunai bisa dalam bentuk uang kertas dan uang logam. Dalam tata kelola keuangan adalah uang keluar lebih banyak dari uang masuk, oleh karena itu disamping belajar mengolah susu sebagai produk usaha, maka diperlukan juga pengetahuan pengelolaan keuangan secara sederhana,” papar Lucky.

Selanjutnya pada sesi akhir, Shandy Jenifer Matitaputty, SE, MSi membeberkan persoalan perhitungan rinci perpajakan. Baginya, para pengusaha wajib mengetahui perpajakan, sebab dapat mempengaruhi perjalanan berwirausaha.

“Dengan membuat laporan keuangan hingga laporan rugi-laba, maka laporan tersebut bisa digunakan untuk mendapatkan bantuan modal atau investasi, dan bisa mencari investor. Bantuan modal pun tidak harus dari pemerintah,” ungkap Shandy.

Terdapat sejumlah jenis pajak yang disampaikannya, tiga di antaranya yaitu Nomor Pokok Pengusaha Kena Pajak (NPPKP), Pajak Penghasilan (PPH) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Selanjutnya dari laporan keuangan ini juga bisa digunakan untuk menghitung pajak.

“Pengusaha wajib memiliki NPPKP, lalu kewajiban lain selain pajak PPH, yaitu kewajiban pajak PPN dengan tarifnya sebesar sepuluh persen,” kata Shandy.(HS)

Share This

Ganjar Siapkan Skema Entaskan Kemiskinan Ekstrem 5 Kabupaten

Jangan Ngaku Kreatif Kalau Belum Ikutan Awesome Review Contest Bareng Galaxy A32