PKK Purworejo Diminta Tetap Sosialisasikan 5M dan vaksinasi Covid-19

Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM, melantik 44 pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Purworejo, masa bhakti 2021 – 2026 di di pendopo kabupaten. (Foto : Purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Dalam masa pandemi Covid-19, PKK diminta terus menyosialisasikan 5M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak antarindividu, mengurangi bepergian, dan menjauhi kerumunan.

“PKK juga agar menyosialisasikan program vaksinasi massal, guna memutus mata rantai Covid-19,” kata Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM, dalam acara pelantikan 44 orang pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Purworejo, masa bhakti 2021 – 2026.

Sebagai Ketua TP PKK Fatimah Verena Prihastyari Agus Bastian SE, Wakil Ketua Dra Erna Setyowati Said Romadhon, sekretaris Maini Widarto, bendahara Hernah Joko Mulyono SSos, dengan dibantu kelompok kerja I hingga Pokja IV.

Pelantikan yang disaksikan Sekda Drs Said Romadhon, Kadinpermasdes Agus Ari Setyadi SSos, Kabag Humas dan Protokol Rita Purnama SSTP MM, serta semua kepala Perangkat Daerah tersebut, berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (30/03).

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan Gerakan PKK telah dilaksanakan secara nasional sejak 27 Desember  tahun 1970  dan telah mendapatkan berbagai pengakuan dan penghargaan, sehingga perlu diteruskan dan ditingkatkan.

“PKK merupakan gerakan yang muncul dan timbul dari gerakan yang paling bawah,” ungkapnya, seperti dirilis Purworejokab.go.id.

Dikatakan, PKK harus terus didorong karena sangat penting sekali artinya bagaimana menggerakkan ibu-ibu yang ada di desa untuk berperan dalam pembangunan. Kemampuan ibu-ibu kita harapkan terus digali untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Saya berharap program-program PKK menambah kemampuan ibu-ibu di kota maupun di desa supaya berkontribusi untuk kesejahteraan keluarga,” harap Bupati.

Sementara itu Sekda Drs Said Romadhon, menyampaikan materi tentang sinergi program kegiatan PKK dengan OPD dan dapat bermitra dengan dinas instansi lain. Salah satunya bermitra dengan Kemenag untuk mencegah pernikahan dini. Selain itu juga dengan Dinkes terkait Covid-19 dan dengan BPS terkait pendataan.

“Saya percaya dengan melibatkan PKK, hasilnya akan baik dan selesai sesuai rencana. Karena PKK yang mayoritas Ibu-Ibu memiliki ketelatenan, sehingga semua program bisa sampai keujung desa paling bawah dasa wisma,” ujar Sekda.

Ketua TP PKK Fatimah Verena Prihastyari mengatakan, gerakan PKK bukan semata  menempatkan keluarga sebagai obyek atau sasaran program pemerintah.

“Gerakan PKK adalah gerakan yang mampu menginisiasi keluarga-keluarga Indonesia melakukan perubahan menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik sebagaimana tujuan pembangunan nasional.” tandasnya.

Dikatakan Fatimah, saat ini Gerakan PKK semakin berkembang dengan program-programnya yang turut menjadi solusi permasalahan bangsa. Sejak merebaknya pandemi Covid-19, Kader PKK telah aktif melakukan kampanye protokol kesehatan.

“Pemberian bantuan makanan bergizi bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 serta Gebrak Masker yang  dilakukan sejak awal pandemi hingga saat ini adalah salah satu bentuk peran aktif PKK,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan nasional yang dilakukan pemerintah dalam mewujudkan “Indonesia Maju”, masih dihadapkan  pada berbagai permasalahan dan tantangan yang semakin kompleks. Utamanya terkait isu strategis nasional seperti degradasi moral, tingginya angka stunting,  pandemi Covid 19, kerusakan lingkungan serta isu lainnya.

“Hal tersebut semakin menegaskan bahwa keterkaitan program dan kegiatan PKK sebagai mitra pemerintah, harus bersinergi dengan prioritas program dan kegiatan nasional maupun daerah,” katanya.

Ketua panitia, Erna Said dalam laporannya mengatakan, kegiatan pelantikan ini sekaligus dirangkai dengan kegiatan pelatihan mutu kader PKK.

Tujuannya untuk meningkatkan motivasi para kader dalam peningkatan kapasitas perencanaan dan SDM nya. Juga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader dalam memberdayakan masyarakat melalui Gerakan PKK, termasuk  mendorong TP PKK sebagai mitra kerja pemerintah yang strategis dalam mendukung terlaksananya program.

Pelatihan diikuti peserta dari semua OPD, Ketua TP PKK Kecamatan, TP PKK Kabupaten, dan PKK Desa Kelurahan Binaan. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.