Pjs Bupati Rembang : Perawat Jenazah Perlu Diproteksi BPJS Ketenagakerjaan

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang, Imam Maskur, Rabu (11/11) di ruang rapat Bupati, saat memberikan honor secara simbolis kepada 913 perawat jenazah. (Foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Para perawat jenazah di Kabupaten Rembang, perlu mendapatkan proteksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Tawaran tersebut disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang, Imam Maskur, Rabu (11/11) di ruang rapat Bupati, saat memberikan honor secara simbolis kepada 913 perawat jenazah.

Imam mengatakan, setelah lebih dari 9.000 ustadz dan ustadzah terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan, kini perawat jenazah diharapkan bisa menyusul.

“Kalau di sini guru-guru Madin, TPQ, dan Ponpes sudah. 9.003 orang itu kan sudah diproteksi BPJS Ketenagakerjaan, yang 913 inikan belum. Seandainya mau dimasukkan semua, mungkin ngambilnya bisa dari insentif atau honor yang diterima lebih bagus, tidak membebani, ” tuturnya.

Jika sudah terproteksi BPJS Ketenagakerjaan, peserta akan mendapat perlindungan kematian dan kecelakaan. Jika meninggal karena kecelakaan yang bersangkutan mendapatkan klaim Rp 72 juta dan klaim kematian biasa Rp 42 juta.

“Preminya Rp 9.400 setiap bulan. Ini bia terjangkau. Bisa saja dibayarkan dari honor. Honor yang diserahkan kali ini untuk tujuh bulan, yakni Mei sampai November. Setiap bulan mereka mendapatkan Rp 300 ribu, sehingga setiap orang mendapatkan Rp 2,1 juta, total anggarannya Rp 1,9 milyar lebih,” kata dia.

Menanggapi usulan dari Pjs Bupati, Supiyatun (40), perawat jenazah Desa Pandean Kecamatan Rembang mengaku setuju. Menurutnya itu juga untuk kebaikan diri sendiri dan keluarga. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.