in

Pimpinan DPRD Kabupaten Demak Bantu Korban Femisida di Kecamatan Sayung

Ketua DPRD Demak, Sri Fahrudin Slamet Bisri saat menyerahkan bantuan kepada keluarga korban kasus pembakaran.

 

HALO SEMARANG – Kasus femiusida (sebuah istilah kejahatan kebencian berbasis jenis kelamin) yang terjadi di Demak 18 Desember 2020 lalu, mendapat respon dari banyak pihak.

DPRD Demak, merespon kisah penolakan cinta yang berujung pembakaran yang memakan korban bernama Lina Listiana (30) warga Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Pimpinan DPRD Demak yang selama ini mengikuti perkembangan kasus tersebut, ikut membantu dengan berdonasi sebesar Rp 10 juta kepada keluarga korban.

Ketua DPRD Demak, Sri Fahrudin Slamet Bisri menyampaikan rasa prihatin dan meminta keluarga tabah menghadapi persoalan ini.

“Kami berharap donasi dari para Pimpinan DPRD Demak bisa membantu memulihkan ekonomi keluarga korban, sehingga kembali bisa membangun toko yang dibakar,” ucap Ketua Dewan saat menerima adik korban, Nanang yang didampingi koordinator Tim Solid, Mas’nuah dengan di dampingi oleh kuasa hukum keluarga Misbakhul Munir di Kantor DPRD Demak, Senin (1/2/2021).

Mewakili pihak keluarga korban, Mas’nuah menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD Demak yang sudah menerima dan memberikan donasi untuk keluarga korban.

“Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Ketua DPRD yang telah hadir dalam kasus ini. Kami berharap nantinya Pemkab Demak dapat mengikuti langkah Pimpinan DPRD dalam memberi perhatian, sehingga kita dapat berjalan beriringan dalam mendampingi korban,” ucap Mas’nuah yang biasa dipanggil Mbak Nuk tersebut.

Sementara itu penasehat hukum keluarga korban, Misbakhul Munir juga turut mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh pimpinan DPRD Demak terkait respon posifnya dalam perkara ini.

“Ke depan kami berharap untuk kasus yang menimpa masyarakat kecil di Kabupaten Demak, DPRD Demak selaku representasi dari masyarakat juga bisa melakukan hal yang serupa,” harap Munir.

Seperti diketahui, kejadiaan naas yang menimpa Lina terjadi pada 18 Desember 2020. Lina dibakar oleh Lulus Wahyudi (40), karena tidak terima akan ditinggal nikah korban. Lulus yang diduga sempat dekat dengan korban, melakukan aksi nekat ini saat korban sedang berjaga di warungnya.

Sehingga membuat tubuh korban terbakar 95% dan warung juga terbakar. Sepekan kemudian korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit RSI Sultan Agung Semarang pada 27 Desember 2020.

Dikarenakan warung yang terbakar tersebut merupakan satu-satunya sumber penghasilan keluarga korban, maka Tim Solid yang terdiri dari LBH Apik, Paralegal Puspita Bahari, beberapa pengacara dan jurnalis Demak, terus berusaha mengupayakan bantuan untuk pemberdayaan keluarga Lina. Salah satunya dengan membuka donasi.(HS)

Share This

Terdampak Tol Semarang-Batang, Dana Pengganti SMPN 16 Semarang Sebesar Rp 123 Miliar Belum Cair

Sejarah Baru, Kantor Kemenag Dihiasi Lampion