Pilkades e-Voting di Boyolali, Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Proses pilkades di salah satu desa di Boyolali. Baik pemilih maupun petugas, semua wajib mematuhi protokol kesehatan. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Pemandangan berbeda muncul pada pilkades tahun ini di Kabupaten Boyolali. Pada tahun-tahun sebelumnya, pilkades hampir selalu diwarnai oleh keramaian. Tetapi pada tahun ini, ketika pandemi Covid-19 masih berlangsung, tak ada lagi kerumunan warga di tempat pemungutan suara (TPS).

Setiba calon pemilih di TPS, mereka langsung diarahkan oleh petugas untuk mencuci tangan dengan sabun. Sebelum masuk pun, mereka diukur suhu tubuhnya menggunakan thermogun. Calon pemilih kemudian diwajibkan mengenakan sarung tangan sekali pakai.

Hanya beberapa menit mereka menanti untuk dipanggil masuk ke bilik suara. Setelah proses pemberian suara secara e-voting dilakukan, warga langsung dipersilakan untuk pulang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Boyolali, Purwanto mengatakan warga sebenarnya tetap antusias untuk melaksanakan pesta demokrasi di tingkat desa ini.

Tetapi karena pilkades berlangsung pada masa pandemi Covid-19, para panitia pemilihan mengatur sedemikian rupa, agar sesuai protokol kesehatan. Itu termasuk kewajiban mengenakan masker untuk semua orang, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan mencegah kerumunan. Di depan meja petugas pun disekat dengan plastik transparan.

Karena itulah penyelenggara memberi jadwal, agar para calon pemilih tidak datang setrentak. Cara ini pula yang diambil dalam pilkada serentak sebelumnya.

Pada Pilkades seretak tahap I di Boyolali, Selasa (15/12) diikuti sebanyak 32 calon kepala desa dari 11 desa yang mengikuti jumlah pemilih tetap mencapai 25.028 pemilih. Pemilih yang paling banyak ada di Desa Bawu, Kecamatan Kemusu dan yang paling sedikit di Desa Suroteleng, Kecamatan Selo.

11 desa tersebut, yakni Desa Suroteleng di Kecamatan Selo, Desa Ngenden di Kecamatan Ampel. Desa Kalangan di Kecamatan Klego, Desa Ngablak di Kecamatan Wonosamodro, serta Desa Dologan di Kecamatan Karanggede. Kemudian di Kecamatan Kemusu ada Desa Bawu dan Desa Klewor. Sementara itu Pilkades di Kecamatan Sambi diikuti empat desa yang yakni Desa Sambi, Babadan, Nglembu dan Trosobo.

“Di Kecamatan Sambi ada empat desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa dari sebelas desa seluruh kabupaten,” ungkap Camat Sambi, Purnawan Raharjo.

Desa Sambi memiliki calon kepala desa empat orang, Desa Babadan mempunyai dua calon kepala desa. Sementara Desa Nglembu ada tiga orang dan Desa Trosobo yang memiliki empat calon kepala desa. Sehingga jumlah keseluruhan calon kepala desa yang ada di Kecamatan Sambi ada 13 orang dengan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 9.382 orang.

“Semoga pelaksanaan Pilkades ini berjalan dengan baik dan lancar. Tentunya pelaksanaan ini kita ikuti dengan protokol kesehatan sesuai dengan arahan,” harapnya.

Sebagai tambahan informasi sebanyak 25.028 orang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) keseluruhan dari 11 desa yang mengikuti Pilkades ini. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.