Pikatan Water Park Dibuka Khusus Untuk Warga Temanggung

Sejumlah pengunjung menikmati objek wisata Pikatan Water Park. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Khusus untuk warga Kabupaten Temanggung, dalam liburan akhir ini dapat menikmati kembali objek wisata air Pikatan Water Park.

Objek wisata tersebut sebelumnya ditutup akibat pandemi. Pembukaan kembali objek wisata ini pun, masih bersifat uji coba dan dengan menarapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bhumi Phala Wisata Pikatan Waterpark, Bagus Pinuntun, seperti dirilis Jatengprov.go.id, Sabtu (13/3), mengatakan objek wisata ini merupakan salah satu BUMD yang dimiliki Pemkab Temanggung, selain Tirto Asri, dan Taman Bambang Sugeng.

Pikatan Water Park, ditutup sejak 16 Maret 2020. Selama penutupan, sebanyak 23 dari 46 orang karyawan dirumahkan, sehingga yang tersisa hanya karyawan tetap.

Ditambahkan, akibat penutupan objek wisata itu, seluruh aktivitas keuangan berhenti. Penyetoran hasil deviden ke pemerintah daerah pada 2020 juga terhenti.

“Oleh sebab itu, setelah melihat situasi dengan objek wisata sejenis, kami melapor pada Satgas Covid-19, untuk bisa dilakukan kegiatan (dibuka) dengan penyesuaian aturan baru. Kami sudah berkali-kali rapat dan dilakukan simulasi terhadap kegiatan ini. Uji coba pembukaan ini bisa dilakukan dengan tata cara yang baru,” kata dia, Jumat (12/3).

Bagus menyebut, untuk pembukaan ini telah disiapkan protokol kesehatan sesuai ketetapan Satgas Covid-19. Kemudian akan ada pembatasan pengunjung.

“Di masa uji coba ini, pengunjung dibatasi, hanya dari Kabupaten Temanggung,” ujarnya.

Wakil Bupati Temanggung, Heri Ibnu Wibowo berharap dengan dibukanya objek wisata air ini, para atlet renang bisa kembali berlatih dan meningkatkan prestasi.

Namun demikian, dia juga menegaskan bahwa protokol kesehatan wajib ditegakkan, agar jangan sampai ada klaster Pikatan. Jika sampai ada klaster baru, objek wisata tersebut akan ditutup lagi.

“Karyawan pakai masker, ukur temperatur tidak lebih dari 37,5 (derajat Celsius), jangan berkerumun. Jumlah pengunjung sementara kita batasi 50 persen dari kapasitas 1.700-an (orang). Ini uji coba dulu, kalau bagus kita teruskan lagi. Kasihan juga dengan karyawan sudah setahun kita rumahkan, pegawai tetap hanya menerima separuh gaji, ” katanya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.