Pianis Belia Asal Kendal, Jefri Setiawan Rambah Bisnis Kuliner dengan Warung Nasi Gandul

Pianis belia asal Kendal, Jefri Setiawan.

 

HALO KENDAL – Jefri Setiawan, pianis asal Kendal ternyata tak hanya mahir memainkan piano. Pianis belia ini ternyata juga kreatif menjalankan bisnis. Hal itu dibuktikan dengan peluncuran bisnis kulinernya di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Minggu (2/8/2020).

Menurut pemuda berusia 14 tahun ini, usaha kuliner dan penginapan yang ia namai “Warung Nasi Gandul dan Penginapan Rumah Kita Jefri Setiawan” tersebut, sebagai menyalurkan hobinya di bidang kuliner.

“Ya ini keinginan saya dari dulu, ingin punya warung makan sekaligus penginapan,” ujar Jefri sang pianis muda kepada halosemarang.id.

Sementara itu dalam acara peresmian, salah satu Bakal Calon Bupati Kendal, Ustadz Ali mendapat penghormatan untuk memberikan sambutan dan doa.

Dirinya menyatakan salut atas prestasiJefri, yang di usia muda telah mengharumkan nama Kabupaten Kendal dan Indonesia di mata dunia.

“Kreativitas dan semangat ananda Jefri ini perlu dicontoh oleh generasi muda. Saya mengapresiasi dan akan mendukung penuh serta memfasilitasi anak-anak muda seperti Jefri ini untuk dapat mengembangkan bakat dan berkarya,” ungkap Ustadz Ali.

Seperti diketahui, Jefri Setiawan yang sekarang duduk di kelas 9 SMP Negeri 2 Kendal tersebut, pernah memukau warga Berlin. Saat itu, Jefri memecahkan rekor dunia dengan bermain piano 120 lagu non-stop dalam tiga jam di Akademie Fur Kunste (ASK) Berlin.

Hal tersebut dilakukannya dengan mata yang ditutup dengan kain hitam.

Yang membanggakan, penampilan Jefri juga disaksikan banyak musisi Berlin, Guru ASK, peneliti, masyarakat Jerman, dan warga Indonesia yang ada di sana.

Dengan penampilannya tersebut, putra sulung pasangan Joko Manis dan Indah Setyoningsih ini langsung diberikan anugerah penghargaan rekor dunia Memorizing 100 songs while playing piano, blindfolded, in 3 hours nonstop oleh dewan juri.

Sebelum memecahkan rekor dunia, Jefri sudah beberapa kali menciptakan rekor di Indonesia, di antaranya adalah Museum Rekor Indonesia-Dunia (Muri) dan Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia (Leprid).(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.