PGRI Dapat Ikut Perkuat Empat Pilar Bernegara

Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti berbicara dalam Sosialisasi Empat Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia di Semarang, Senin (2/11) di Gedung Balai Kota Semarang Jl Pemuda. (Foto : Pemkot Semarang)

 

HALO SEMARANG – Sebagai salah satu komponen bangsa, para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dapat berperan untuk ikut menjaga dan memperkuat empat pilar bernegara.

“Bangsa akan semakin utuh dan kuat, bila pilar dan fondasinya kuat. Karenanya empat pilar bernegara ini, harus dijaga dan dipelihara oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Gunawan Saptogiri, dalam Sosialisasi Empat Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia di Semarang, Senin (2/11).

Acara yang digelar sesuai protokol kesehatan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), bekerja sama dengan PGRI Kota Semarang itu, berlangsung di Gedung Balai Kota Semarang.

Lebih lanjut, Gunawan mengatakan bahwa pemahaman terhadap empat pilar ini juga menjadi tameng kekuatan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, baik yang sifatnya internal maupun eksternal.

Di sinilah, peran PGRI sebagai garda terdepan di sektor pendidikan bangsa memegang peran penting dan strategis dalam membangun fondasi dasar berbangsa dan bernegara melalui pendidikan.

Sementara itu Tavip Supriyanto, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Gunawan Saptogiri menyampaikan bahwa sosialisasi ini memiliki nilai strategis, sebagai langkah dalam menjaga nikmat kemerdekaan, berbangsa, dan bernegara, yang telah diperjuangkan dan diraih 75 tahun lalu.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PGRI Kota Semarang, Dr Nur Choiri MPd. Menurut dia sosialisasi ini, memiliki arti penting sebagai langkah menjaga NKRI, di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Hasil dari sosialisasi ini, akan diteruskan kepada para peserta didik yang ada di lingkungan sekolah masing-masing.

Mewakili PGRI, pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Semarang, dalam memajukan dunia pendidikan dan kesejahteraan guru.

Komitmen tersebut, salah satunya terbukti saat PGRI memberi penghargaan Anugerah Dwija Praja Nugraha, kepada Pemerintah Kota Semarang yang dinilai telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang memajukan sektor pendidikan.

“Penghargaan yang diterima Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim akhir 2019 lalu, menunjukkan komitmen dan keseriusan Pemerintah Kota Semarang untuk terus memajukan dunia pendidikan,” kata Nur Choiri.

Sementara, Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti SS  MM, mewakili rombongan menyampaikan bahwa pendidikan karakter termasuk di dalamnya ideologi berbangsa dan bernegara saat ini sedang dihadapkan pada tantangan yang berupa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Hal inilah yang perlu disikapi dan dipecahkan bersama. Dirinya meyakini jika pihak sekolah dan para guru terus melakukan terobosan terbaiknya.

“Contohnya, bagaimana kita meneladani kemanusiaan yang adil dan beradab di tengah anjuran jaga jarak, di rumah saja dan lainnya,” ungkap Agustina Wilujeng.

Info yang melegakan, lanjutnya, bahwa saat ini telah diujicobakan pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah menengah atas di Jawa Tengah. Dirinya berharap uji coba ini nantinya dapat berhasil dan diteruskan hingga ke semua jenjang pendidikan.

Sosialisasi Empat Pilar ini dihadiri dan dilaksanakan oleh sejumlah anggota MPR RI. Di antaranya Dr Ir HE Herman Khaeron MSi, Hj Aliyah Mustika Ilham SE, Drg Putih Sari, AA Bagus Adhi Mahendra Putra MH dan Maria Goreti SSosMSi dari DPD RI.(HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.