Petr Yan Jadi Incaran Sterling

Petr Yan/dok.

 

HALO SPORT – Petr Yan (27) punya catatan yang memesona tahun ini. Keputusan pensiun yang diambil Henry Cejudo, juara kelas bantam Ultimate Fighting Championship (UFC), menjadi berkah bagi petarung berjuluk No Mercy ini.

Pada pertengahan Juli 2020, Yan mengalahkan Jose Aldo untuk tampil sebagai juara kelas bantam yang baru dalam pentas UFC 251. Petr ingin mengamankan gelarnya selama mungkin.

Agar makin tangguh, saat ini atlet bela diri campuran asal Rusia itu memoles teknik gulatnya di Dagestan. Upayanya itu dipandang sinis oleh penantangnya, Aljamain Sterling.

Sterling (31) menantang Yan untuk berduel pada UFC 256. Mengenai tantangan itu Petr berkata, ‘’Saya dengar UFC punya rencana lain. Tunggu, ini bukan dari kubu saya. Anda pasti cemas ya, Aljamain Sterlin.’’

Sterling kembali menyerang. ‘’Satu-satunya orang yang saya lihat cemas adalah pria yang bersembunyi di Dagestan. Latihan gulat saja di gymmu sendiri,’’ ujar fighter berkebangsaan Amerika Serikat ini.

Pertarungan Yan melawan Sterling memang salah satu opsi yang paling menarik di kelas bantam UFC. Meski kalah dari segi peringkat dari Marlon Moraes, fakta Sterling yang tengah dalam rekor lima kemenangan beruntun sudah cukup menjadi persembahan melawan sang juara.

Dari segi gaya bertarung, Yan kuat dalam duel di atas. Sementara Sterling solid di bawah karena latar belakangnya sebagai pegulat.

Namun, pertarungan Yan kontra Sterling tak akan cepat-cepat digelar oleh UFC. Fakta ini membuat penggemar duel di oktagon kian penasaran.

Petr menguasai tinju, bela diri campuran, dan jiu-jitsu Brasil. Rekornya di mixed martial arts (MMA) adalah 15 kali menang dan hanya sekali kalah.

Bagaimana dengan Sterling? Dia menguasai gulat dan jiu-jitsu Brasil. Rekornya di MMA, 19 kali menang dan tiga kali kalah.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.