in

Peternak di Batang Pilih Jual Langsung Hewan Kurban

Teguh menunjukkan puluhan ternak sapinya di Kasepuhan, Kabupaten Batang. (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Merebaknya pandemi Covid-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pemerintah, ternyata tak mengubah pendirian peternak untuk menjual ternaknya untuk kurban secara tatap muka. Hal itu karena pembeli umumnya ingin melihat langsung hewan ternak yang akan dibeli untuk kurban.

“Kalau melalui online kami tidak puas. Soalnya kan beda tidak seperti jual baju, ukurannya sudah jelas. Kalau sapi, besar kecilnya harus kelihatan,” kata Teguh, seorang peternak sambil menunjukkan puluhan ternak sapinya di Kasepuhan, Kabupaten Batang, Sabtu (17/7).

Mendekati Hari Raya Iduladha, dirinya menyiapkan 25 sapi dan semuanya sudah ada yang membeli.

“Kalau tahun ini penjualan turun sampai 60 persen. Tahun lalu bisa laku sampai 60 ekor, sekarang cuma 25 ekor,” kata dia, seperti dirilis Batangkab.go.id.

Dijelaskannya, bagi pembeli lain masih dapat membeli sapi kurban dengan harga termahal Rp 40 juta untuk sapi seberat 700 kilogram dan termurah Rp 17 juta.

Sementara itu Kepala bidang Peternakan Dislutkannak Batang, Endang Ulfiati tetap menyarankan peternak tetap menjual hewan kurban secara virtual.

Cara itu ditempuh karena Iduladha tahun ini, berlangsung ketika pandemi Covid-19 belum berakhir. Dengan menjual secara online, dapat mencegah terjadinya kerumunan.

“Jangan hanya lewat konvensional saja, tapi diutamakan penjualan secara online,” ujar dia. (HS-08)

Share This

Polsek Weleri Minta Anggotanya Santun Dalam Melaksanakan Tugas Pengamanan PPKM

Masyarakat Lereng Merapi Divaksin