in

Peternak Ayam Petelur di Jateng Meradang, Harga Pakan Melonjak Tajam

Peternakan ayam petelur Elba Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah (Jateng) menyebut 30 persen peternak ayam petelur gulung tikar akibat naiknya harga pakan.

“Yang sudah tutup banyak dan berkurang populasi sekitar 30 persen,” ungkap Ketua Pinsar Jateng Pardjuni, Minggu (3/9/2021).

Pardjuni mengatakan, tidak adanya subsidi dari pemerintah semakin membuat peternak ayam kelimpungan. Ia menyebut, pihaknya telah berulangkali bertemu Presiden Joko Widodo untuk membahas persoalan harga pakan.

Lebih lanjut, menurutnya, hasil pertemuan tersebut telah disepakati akan ada subsidi pakan dari pemerintah.

“Sebelumnya ketemu presiden katanya akan dilakukan subsidi jagung di harga Rp 4.500, tapi subsidi pakan belum ada sampai sekarang,” tambahnya.

Ia mengatakan, apabila harga pakan di pasaran berangsur-angsur menurun, peternak akan dapat sedikit bernapas lega.

“Jika pakan jagung itu tersedia dan harga wajar menyeluruh, itu bisa mengurangi risiko kerugian,” imbuhnya.

Kondisi ini diperparah, kata Pardjuni, dengan harga pokok penjualan (HPP) telur yang ditetapkan pemerintah di atas rata-rata harga peternak.

“Masih jauh kalau HPPnya kan sekitar Rp 20 ribu tapi di tingkat peternak Rp 16.500 dan Rp 17.000 jadi peternak merugi,” ujarnya.

Ia menuturkan, pemerintah tidak terlalu sigap dalam menangani persoalan ini. Apabila, lanjutnya, tidak ada pergerakan cepat yang dilakukan pemerintah, ia khawatir peternak ayam petelur terpaksa gulung tikar.

“Kalau pemerintah tidak bisa mengatasi masalah ini peternak mungkin bisa gulung tikar semua. Kerugian mereka tidak mungkin diperpanjang, sebagian pun sudah tutup. Kalau ini terlalu lama, UMKM di tingkat masyarakat kecil ini bisa habis,” tuturnya.(HS)

Share This

Pedagang Minta Lapak di Pasar Johar Utara Diberikan Ke Pedagang Lama

Bupati Resmikan Sport Tourism Bike Park di Kenjuran Sukorejo