in

Petani Kendal Berharap Subsidi Pupuk ZA dan SP-36 Tidak Dihapus

Kios obat-obatan Pertanian di Kendal

HALO KENDAL – Rencananya pada pertengahan tahun 2022 ini, pemerintah tidak lagi memberikan pupuk subsidi untuk jenis pupuk ZA dan SP36 bagi petani tanaman pangan, seperti padi dan jagung.

Menurut pemilik toko obat-obatan pertanian di Kota Kendal, Sri Nuryati, saat ini harga pupuk ZA dan SP36 non subsidi sangat mahal.

“Pupuk yang subsidi dengan nonsubsidi harganya jauh lebih mahal,” jelasnya, Sabtu (12/3/2022).

Nuryati membeberkan, harga pupuk ZA bersubsidi Rp 85 ribu per sak isi 50 kilogram, sedangkan yang nonsubsidi harganya mencapai Rp 320 ribu.

“Sedangkan untuk pupuk SP 36 bersubsidi harganya Rp 120 ribu per 50 kilogram, sedangkan yang nonsubsidi harganya Rp 185 ribu untuk kemasan 25 kilogram,” bebernya.

Nuryati berharap, supaya pupuk bersubsidi jenis ZA dan SP36 tetap ada. Pasalnya masih banyak petani yang membutuhkan.

“Petani tanaman padi masih pakai pupuk ZA dan SP-36, tetapi kalau nggak ada ya mungkin petani pakai seadanya, pakai NPK juga bisa kan jatah subsidi juga banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Kendal, Tardi mengatakan, tanaman padi jika tidak menggunakan pupuk ZA dan SP36, maka pertumbuhan tanaman tidak maksimal.

“Pupuk ZA maupun SP-36 itu bagi petani, ketika musim hujan seperti ini penyelamat, karena kedua pupuk itu padinya tidak roboh, kualitasnya sesuai yang diharapkan oleh petani,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Kendal tersebut berharap, pupuk subsidi jenis ZA dan SP36 harus tetap ada. Sehingga produksi atau hasil panen tidak menurun.

“Karena harga yang nonsubsidi sangat mahal dan memberatkan bagi petani. Petani minta pupuk ZA dan SP-36 bersubsidi jangan dihilangkan,” pungkasnya.(HS)

HUT ke-41 Pemuda Panca Marga Gelar Lomba Gerak Jalan “Napak Tilas”

Satu Poin Dramatis, Dewangga Jadi Penyelamat PSIS