Petani Keluhkan Rencana Pemerintah Impor Beras

Stok beras milik Kelompok Tani Sumber Rejeki (KTSR) Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Jatuhnya harga gabah menjadi permasalahan klasik bagi Kelompok Tani Sumber Rejeki (KTSR) Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, setiap kali tiba masa panen.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Marjuki mengaku resah dengan hasil panen di bulan Februari 2021. Meski dari segi kualitas hasil panen terbilang bagus, namun nilai jualnya tidak mencukupi untuk mengganti biaya selama masa tanam.

“Harga jual gabah pada umumnya Rp 4.500, tapi sekarang perkilogram hanya Rp 3.500,” kata Marjuki kepada halosemarang.id, Selasa (9/3/2021).

Marjuki menjelaskan, kebutuhan biaya selama masa tanam sekitar Rp 6 juta perhektarenya, belum ditambah ketika proses panen.

Dirinya mengkalkulasi, supaya petani dapat merasakan jerih payah selama masa tanam, harga gabah setiap kilogramnya dihargai Rp 4.500.

“Anggota kelompok kami ada 30 orang, dengan luas sawah 40 hektare. Perhektare butuh Rp 6 juta untuk beli pupuk, bibit dan pestisida. Belum ketika panen bayar tenaga dan sewa alat perhektare bisa keluar biaya lagi lebih dari Rp 8 juta,” imbuhnya.

Dalam menyikapi kondisi tersebut, Marjuki sudah melakukan penawaran kepada Bulog agar gabah dari para petani dibeli.

Akan tetapi, hingga sekarang tidak membuahkan hasil karena gabah milik kelompoknya tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan Bulog.

“Kami sudah ke Bulog minta agar gabah kami dibeli, tapi katanya kadar airnya kurang,” ucapnya.

Bersama anggota kelompoknya, Marjuki melakukan strategi supaya tidak terlalu merugi. Padi hasil panennya diolah hingga menjadi beras.

“Gabah ini kami giling jadi 30 ton beras, tapi pemerintah malah mau impor beras 1 juta ton, ini kami punya beras tolong dibeli,” keluhnya.

Marjuki berharap kepada pemerintah, untuk memperhatikan nasib petani. Dirinya meminta, petani diberdayakan agar tidak mengalami kesulitan menjual gabah atau beras pasca panen.

“Kenapa harus impor? Beras petani dalam negeri juga banyak, ini kami punya beras jenis C4, mentik susu dan merah,” tutupnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.