in

Petani di Batang Sering Ikut-ikutan, Tetapi Lemah Dalam Pemasaran

Kepala Dispaperta Kabupaten Batang, Susilo Heru Yuwono (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Para petani di Kabupaten Batang, sering ikut-ikutan pada tren. Ketika harga suatu komoditas menjanjikan, mereka berbondong-bondong untuk menanam. Tetapi ketika panen tiba, mereka bingung untuk menjualnya.

Bahkan ada pula yang tidak tahu cara memberi harga pada produknya. Sehingga mereka hanya pasrah pada harga yang disampaikan pengepul.

“Bahwa petani-petani kita sering heboh dan lemah. Kenapa begitu ? Petani kita berbondong-bondong menanam komoditas tanam tertentu, tetapi bingung menjualnya dan tidak tahu memberi harga produksinya berapa,” kata Kepala Dispaperta Kabupaten Batang, Susilo Heru Yuwono, beberapa waktu lalu, seperti dirilis Batangkab.go.id.

Dia juga memberi contoh ketika turun ke lapangan, Heru sering melihat petani hanya pasrah ketika jagung produksi mereka dihargai murah oleh pengepul.

Karena itulah dengan melihat kenyataan seperti itu, Pemkab Batang kemudian membentuk sejumlah koperasi hortikultura. Dia menyebutkan tiga koperasi, yakni Tani Maju, Berkah Makmur, dan Pusaka Tani Sejahtera.

Untuk Koperasi Tani Maju, menampung produk seperti bawang putih dan bawang merah; Koperasi Berkah Makmur menampung kakao, sereh wangi dan nilam; serta Koperasi Pusaka Tani Sejahtera menampung jagung dan ubi jalar.

Dia memberi contoh, untuk produksi jagung, akan diarahkan untuk dijual sebagai pakan ternak, ke koperasi ayam petelur.

Lanjut dia, pembentukan beberapa koperasi hortikultura ini sudah dilaksanakan sejak Desember 2020. “Tujuan adalah untuk memenuhi kebutuhan petani kita, agar lebih mandiri dalam pengelolaannya,” kata dia.

Koperasi juga sangat penting untuk mengakselerasi pembangunan pertanian, agar tidak mengandalkan APBN dan APBD saja.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kakao Kabupaten Batang, Zaenal Acheroh, menyatakan gerakan positif dari Dispaperta Kabupaten Batang ini dapat menggairahkan kembali komoditas kakao di wilayah tersebut.

“Kakao ini sangat banyak lahan perkebunannya di Kabupaten Batang. Tetapi karena dulu kurang bimbingan dari Pemerintah Daerah, jadi sekarang kondisi tanaman kakaonya kurang terawat,” jelasnya.

Diharapkan, langkah awal pembentukan koperasi ini dapat membantu petani, untuk mengolah tanamannya, sehingga lebih bagus hasil panennya. Selain itu juga ada penampungan, sehingga petani tidak bingung untuk menjual hasil panennya. (HS-08)

Share This

Bhabinkamtibmas Polsek Kembang Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

Dispaperta Batang Targetkan Rp 50 Milyar Untuk Modal KUR Petani