Peserta Pelatihan Diuji Layani Service HP Ringan

Peserta pelatihan kecakapan kerja tahun 2020 diuji langsung melayani service HP gratis yang diadakan SMK PGRI 02 Pegandon, Sabtu (26/12/2020).

 

HALO KENDAL – Sebanyak 30 peserta Program Kecakapan Kerja tahun 2020 diuji melayani service HP ringan dan pengecekan. Hal ini setelah sebelumnya, mereka juga memperoleh pembelajaran secara teori.
Pelatihan ini diadakan oleh SMK PGRI 02 Pegandon kerja bareng SMK Bina Utama Kendal dan Unicom Semarang.

Penutupan pelatihan sendiri dilakukan di Nawa Coffee Pegandon oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah, Ernest Ceti Septiyani dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, Sabtu (26/12/2020).

Kepala SMK PGRI 02 Pegandon, Maftukhin mengatakan, pelatihan servis HP diikuti 30 peserta, yang sebagian besar alumni SMK PGRI 02 Pegandon dan sekolah lainnya.

Menurutnya, pelatihan dilakukan di laboratorium SMK Bina Utama Kendal oleh para tutor dari SMK Bina Utama Kendal.

“Pendidikan pelatihan selama 200 jam tatap muka yang ditempuh dalam waktu 25 hari. Pelatihan ini bekerja sama dengan SMK Bina Utama, yang menyediakan tempat dan guru atau tutornya,” katanya.

Dikatakan, di akhir masa pelatihan dilakukan ujian di bawah pengawasan dari Unicom Semarang. Dari 30 peserta, yang berhasil mendapat sertifikat dari Unicom Semarang sebanyak 21 peserta.

Namun bagi yang belum mendapat sertifikat, akan diberi kesempatan untuk mengikuti pendalaman materi, supaya benar-benar kompeten dan mendapatkan sertifikat.

“Peserta yang mendapatkan sertifikat bisa bekerja di jaringan perusahaan Unicom di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah, Ernest Ceti Septiyani berharap, meski sudah mendapatkan sertifikat, para peserta diharapkan terus meningkatkan kemampuannya. Hal ini supaya bisa mengikuti perkembangan teknologi yang terus berkembang.

“Saya minta, adik-adik jangan berhenti sampai di sini, tetapi harus terus belajar untuk meningkatkan keterampilannya,” ungkap Ernest Ceti.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, bahwa program kecakapan kerja sangat membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

Pasalnya para peserta, selain bisa bekerja di suatu perusahaan, juga bisa membuka usaha sendiri, dengan keterampilan yang telah dimiliki.

“Program Kecakapan Kerja ini sudah terbukti mampu menciptakan tenaga-tenaga terampil sesuai kebutuhan perusahaan atau membuka usaha sendiri sesuai keterampilannya,” terang Wahyu.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.