in

Peserta Aptikom Ikuti Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi

Dr Ir M Budi Djatmiko, MSi, MEi saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SEMNASTIK), Jumat (25/10/2019).

 

HALO SEMARANG – Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) masih berlangsung di Patra Semarang Hotel, sejak tanggal 23 hingga 26 Oktober 2019. Pada Jumat (25/10/2019), para peserta mengikuti kegiatan Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SEMNASTIK).
Seminar ini bertujuan sebagai sarana bagi peneliti akademis, dan praktisi untuk bertukar pemikiran tentang kemajuan dunia information technology (IT).

Tema yang diusung tahun ini adalah “Mewujudkan Masyarakat Ekonomi Digital Yang Berdaulat Di Era Revolusi Industri 4.O”. Dari tema tersebut SEMASTIK APTIKOM 2019 memfokuskan pada kearifan lokal berbasis Teknologi Informasi & Komunikasi, yang dibagi dalam beberapa bidang. Seperti computer science and information technology, electrical and electronic technology, dan E-computing technologies.
Dr Ir M Budi Djatmiko, MSi, MEi saat menjadi pembicara dalam seminar menuturkan, pada era industri 4.0 ini harus ada pembaharuan media pembelajaran ke bidang teknologi.

“Dosen juga dituntut untuk memberikan inovasi baru dalam sistem pembelajaran. Karena anak generasi sekarang lebih dekat dengan teknologi dan mudah bosan jika hanya dengan teori,” katanya.

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko, MKom, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) di Patra Convention Hotel Semarang, Kamis (24/10/2019) lalu.

Menurutnya di era industri 0.4 tantangan di dunia pendidikan semakin besar. Apalagi saat ini perkembangan information technology (IT) sudah maju sangat pesat. Maka untuk itu dunia pendidikan juga harus menyesuaikan kurikulum dengan mengacu pada percepatan IT.

“Apalagi di Indonesia, baru saja Kabinet Kerja Jilid II yang dipimpin Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, seorang anak muda yang merupakan ahli IT. Ini saya yakin akan ada banyak perubahan dalam sistem pendidikan di Indonesia, yang tentu akan membawa semangat percepatan,” katanya.

Maka untuk itu, dengan adanya kesamaan atmosfir antara Aptikom dan misi pemerintah, diharapkan ada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Yang tentu juga akan berdampak pada pola pendidikan di wilayah kampus.

“Dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang muda dan ahli IT, semoga bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dan kami yakin programnya ke depan pun akan menyesuaikan dengan percepatan era indsutri 4.0. Maka untuk itu tantangan bagi kampus di Indonesia, harus siap untuk membuka kelas online. Karena program dan kurikulum pendidikan pun kemungkinan akan meniru kecepatan seperti saat Pak Nadiem Makarim menginisiasi dan memimpin Gojek,” katanya.

Dalam SEMNASTIK ini karya-karya ilmiah yang didiskusikan merupakan hasil dari penelitian yang sudah melalui tahap seleksi dan editorial. Karya-karya ilmiah ini juga sudah melalui proses telaah oleh reviewer yang ditunjuk oleh penyunting berdasarkan bidang pakarnya.

Karya ilmiah yang berhasil dipublikasi akan mendapatkan lisensi Creative Commons Attribution License. Lisensi ini digunakan sebagai izin artikel untuk dapat dipublikasi dengan SEMNASTIK sebagai publikasi yang pertama.

Sebelum mengikuti kegiatan seminar, para peserta Rakernas Aptikom juga diajak berkeliling Kota Semarang menggunakan sepeda. Salah satu tempat yang dituju adalah Kota Lama Semarang, Sam Po Kong, Lawang Sewu dan kampus Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) sebagai tuan rumah.(HS)

Tahun 2018, 2.708 Balita di Kota Semarang Alami Masalah Kurang Gizi Kronis

Mediasi Dinilai Masih Jadi Langkah Terbaik untuk Menyelesaikan Sengketa Medis