in

Perusahaan Garmen di Tugu Semarang Tanggapi Soal Penemuan Jasad Bayi Laki-Laki di Tong Sampah Kamar Mandi 

Tim Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan pemeriksaan terkait penemuan jasad bayi yang baru lahir di dalam tong sampah kamar mandi salah satu Pabrik Garmen yang terletak di Kecamatan Tugu, Kota Semarang Rabu (26/1/2022). 

HALO SEMARANG – Pihak perusahaan garmen di Kawasan Industri Wijaya (KIW) Randugarut, Kecamatan Tugu akhirnya menanggapi terkait temuan jasad bayi di dalam tempat sampah kamar mandi pada Rabu (26/1/2022) lalu.

Bazi Zebua, HRM Corporate Division Head, PT Binabusana Internusa menyesalkan adanya kasus penemuan jenazah bayi di tempat sampah di lingkungan perusahaan. Ia menyebut jenazah bayi tersebut adalah milik dari DS warga Kendal salah satu karyawan yang baru bekerja kurang dari tiga bulan atau bergabung pada 10 November 2021 lalu.

“Perusahaan sangat menyesalkan kejadian seperti ini dapat terjadi di lingkungan perusahaan, yang disebabkan karena karyawan tersebut telah tidak jujur dan tidak memberikan informasi yang benar kepada perusahaan tentang status pernikahan dan bahkan kehamilannya. Saat melamar kerja di perusahaan kami, menyampaikan bahwa dia belum menikah alias single,” ujarnya seperti rilis yang diterima, Sabtu (29/1/2022).

Saat ini, perusahaan juga telah sepenuhnya melimpahkan kasus ini ke pihak Kepolisian khususnya Polrestabes Semarang untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Yang bersangkutan (DS) juga telah diamankan oleh pihak Kepolisian untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Perusahaan tetap akan mendukung pihak Kepolisian untuk proses penyidikan ini dengan memberikan keterangan yang diperlukan,” paparnya.

Sedangkan status DS di dalam perusahaan, pihaknya juga telah melakukan masa evaluasi. Menurutnya, DS telah memberikan keterangan palsu dan melakukan pelanggaran berat yang masuk ranah hukum.

“Sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku, maka kami menyatakan bahwa karyawan ini dengan sendirinya dinyatakan tidak lulus masa evaluasi dan dengan demikian bukan merupakan karyawan perusahaan kami lagi,” bebernya.

“Perusahaan kami juga menekankan bahwa kasus ini adalah murni tindakan DS pribadi, yang sama sekali tidak melibatkan karyawan lain dan juga perusahaan kami,” lanjutnya.

Di sisi lain, perusahaan menegaskan sudah berkomitmen untuk menjunjung tinggi terhadap ditegakkannya hak asasi manusia, serta persamaan hak dan kesempatan dalam proses penerimaan calon karyawan wanita. Baik yang tidak hamil maupun yang sedang hamil.

Bahkan, perusahaan juga memberikan perlakuan khusus kepada karyawan ibu hamil, antara lain parkir khusus karyawan ibu hamil yang tidak jauh dengan lokasi gedung. Kemudian, meja makan di area kantin yang dikhususkan untuk karyawan ibu hamil, waktu untuk memulai aktivitas istirahat lebih awal dan rekomendasi untuk menjalankan lembur dari Petugas Medis Perusahaan.

“Perusahaan juga memberikan fasilitas klinik dengan tenaga kesehatan yang berjaga mengikuti jam operasional perusahaan dan obat-obatan yang cukup memadai yang bisa digunakan oleh seluruh karyawan tanpa terkecuali,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, bayi laki-laki ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam sebuah pabrik garmen yang berlokasi dikawasan Randugarut, Kecamatan Tugu, Rabu (26/1) sekira pukul 08.00 WIB. Saat ini, terduga pelaku sudah diamankan dan kasus ini sudah dilimpahkan dan diambil alih oleh Polrestabes Semarang. (HS-06)

Satu Orang Luka-Luka Akibat Ledakan di Grobogan 

AMSI Sempurnakan Modul Pelatihan Peningkatan Kualitas Media Digital