in

Perumda Tirta Jungporo Dimotivasi Meningkatkan Kinerja

Pengarahan oleh Sekda Jepara Edy Sujatmiko, kepada jajaran direksi dewan pengawas, dan karyawan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jungporo, Rabu (11/4/2023), di aula Kantor Pusat Perumda Tirta Jungporo. (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Edy Sujatmiko, meminta agar jajaran direksi dewan pengawas, dan karyawan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jungporo, untuk meningkatkan kinerja.

Peningkatan kinerja harus dilakukan, agar rapor perusahaan pelat merah milik Pemkab Jepara itu tidak semakin merah.

Motivasi itu disampaikan Edy Sujatmiko, Rabu (11/4/2023), di aula Kantor Pusat Perumda Tirta Jungporo.

Kegiatan yang diikuti Direktur Utama Sapto Budiriyanto, Direktur Teknik Dewi Fatimah, dewan pengawas, dan puluhan karyawan, dihadiri Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara Ary Bahtiar serta Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Jepara, Siti Nurjanah.

Dalam kesempatan itu, Sekda Edy Sujatmiko mewanti-wanti, agar penurunan kinerja tidak berlarut-larut.

Sebaliknya, secara bertahap, BUMD penyedia air bersih tersebut harus terus berkembang.

“Ini juga amanat DPRD. Saya ini dalam setiap rapat banyak dikritik oleh dewan,” kata dia, seperti dirilis jepara.go.id.

Edy Sujatmiko pun memberikan sejumlah petunjuk, tentang upaya peningkatan kinerja kepada dewan pengawas, direksi, dan seluruh karyawan.

Menurutnya, kalau kinerjanya terus menurun, sesuai ketentuan terkait pelayanan air bersih, BUMD itu harus bubar.

“Bubar, lalu menginduk ke provinsi atau DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang -red). Karena DPUPR-lah perangkat daerah kita yang memegang tupoksi air bersih di Bidang Cipta Karya,” kata Edy Sujatmiko.

PDAM Jepara ini, menurut dia pernah berkembang baik pada masa lalu. Dia mengingatkan, bahwa PDAM Jepara dibentuk berkat ada pinjaman dari Bank Dunia.

Namun dengan usaha keras, utang tersebut berhasil dilunasi, bahkan kemudian dapat menyetorkan pendapatan asli daerah (PAD), hingga Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar ke anggaran pendapatan belanja dearah (APBD).

Kemudian ada edaran, bahwa setoran PAD baru diwajibkan setelah jangkauan layanan 80 persen.

“Namun statusnya hanya boleh tidak setor PAD. Sekarang kalaupun tidak setor, ya jangan rugi,” tambah dia.

Direktur Utama PDAM, Sapto Budiriyanto mengatakan kesulitan kerja yang dialami Perumda Air Minum Tirta Jungporo, salah satunya akibat tidak adanya kenaikan tarif selama 12 tahun. (HS-08)

Pemkab Jepara Dukung Yayasan Gaperto Gelar Lomba Baca Puisi Kreatif Tingkat Nasional

Minta Petugas Haji Sabar dan Kompak, Menag: Jangan Bentak Jemaah