Perugas Gabungan Terus Razia Kafe dan PKL Nakal

Petugas Satpol PP Kota Semarang menertibkan PKL bandel yang melanggar aturan PKM di Kota Semarang, Senin (18/5/2020) malam.

 

HALO SEMARANG – Karena melanggar katentuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) Kota Semarang, beberapa kafe dan PKL di kawasan Telogasari dan Arteri Soekarno-Hatta terpaksa ditindak tegas petugas, Senin (18/5/2020) malam.

Penindakan dilakukan petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kota Semarang, Dinas Kesehatan, dan Posko Kecamatan. Selain menutup, beberapa barang milik kafe tersebut juga diamankan petugas.

“Ternyata masih banyak orang berkerumun dan nongkrong di kafe tanpa mengindahkan aturan PKM. Maka kami bubarkan dan kafe kami minta tutup. Kami amankan beberapa kursi sebagai bentuk hukuman,” ujar Kasat Pol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, di sela penindakan.

“Dalam Perwal 28 Tahun 2020 mengenai PKM dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 diatur, PKL bisa buka hingga pukul 20.00 dan kafe buka hingga pukul 21.00. Pelaku usaha ini tidak boleh melayani di tempat. Tapi saat kami patroli ternyata masih didapati kafe yang bandel,” ujar Fajar.

Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang ini mengatakan, selain menertibkan kafe, petugas gabungan juga menindak tegas puluhan PKL yang masih buka hingga malam.

“Semua kami berlakukan sama, PKL yang masih bandel juga kami tindak tegas. Hal ini demi kebaikan bersama dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Semarang,” tandas Fajar.

Selain menertibkan dan menindak tagas kafe dan PKL yang bandel, petugas gabungan juga masih mendapati warga yang tidak mengenakan masker.

“Di Telogosari kami masih mendapati warga yang tidak mengenakan masker. Maka sebagai pembelajaran, warga yang tidak mengenakan masker kami berikan hukuman berupa push up dan teguran supaya mengenakan masker,” terangnya.

Lebih jauh Fajar mengatakan, pada prinsipnya para PKL dan pemilik kafe di Kota Semarang telah tertib mentaati aturan PKM. Namun pihaknya tetap akan melakukan penertiban bagi yang masih bandel.

“Meski secara keseluruhan sudah tertib, tapi petugas gabungan dan Posko Kecamatan akan terus melakukan penertiban sampai berakhirnya pemberlakukan PKM di Kota Semarang,” tandas Fajar.

Untuk itu Fajar mengimbau kepada semua tempat usaha, kafe dan PKL untuk sama-sama bergerak dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Semarang dengan mematuhi ketentuan.

“Bagi warga juga diminta untuk sadar pentingnya memakai masker kemanapun pergi, karena dengan mengenakan masker bisa mencegah penularan virus corona,” pungkas Fajar.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.