in

Pertanian Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi saat Pandemi

Bupati Pati Haryanto bersama Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, Kamis (17/6), panen bersama padi varietas unggul di Dusun Playon, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Upaya peningkatan pertanian, pada masa pandemi Covid-19 ini harus dilakukan, untuk memperkuat ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi. Dalam dua tahun terakhir, satu-satunya sektor yang dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi adalah pertanian.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, Kamis (17/6), dalam kegiatan panen bersama di Dusun Playon, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi.

“Semua sektor lain minus sekarang. Kalau pertanian tidak bergerak, bagaimana mencukupi kebutuhan pangan 270 juta warga Indonesia? Awal pandemi ada lockdown, tetapi menteri menyampaikan Kementan tidak bisa berhenti. Karena itu kami tidak berhenti ke lapangan. Bukan berarti tidak peduli adanya Covid-19,” kata dia, seperti dirilis Patikab.go.id.

Bupati Pati Haryanto bersyukur, di tengah pandemi Covid-19, inovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan di bidang pertanian masih bisa dilakukan.

Menurut dia, pengembangan pertanian memang sangat cocok dilakukan di Pati, terutama inovasi pengembangan varietas baru sawah tadah hujan.

“Saya tertarik karena di Kabupaten Pati sebagian besar memang lahan tadah hujan. Jadi bagus untuk dikembangkan di sini, dan di daerah Jaken, Jakenan, Batangan, serta Juwana yang sebagian lahannya kering. Sementara, untuk di wilayah utara seperti Trangkil, Wedarijaksa, sebagian Pati, dan Tayu sebagian besarnya merupakan lahan irigasi,” paparnya.

Haryanto menyebut, selama ini hasil pertanian padi di Pati selalu surplus. Tidak kurang dari 250 ribu ton per tahun. Dia berharap, pengembangan varietas baru di lahan tadah hujan ini bisa semakin meningkatkan produksi. “Mudah-mudahan temuan baru ini meningkatkan hasil produksi pertanian,” harapnya. (HS-08)

Share This

Berkat Bibit Unggul dari Kementan, Sawah Tadah Hujan di Blora Tak Lagi Gagal Panen

Rakor PPKM Mikro, Bupati Haryanto Minta Camat Disiplinkan Warganya