Persoalan Di KONI Kudus Dilaporkan Ke BAORI

Taufik Hidayat menunjukan surat gugatan yang diterima BAORI, Kamis (25/3/2021).

 

HALO SEMARANG – Persoalan dualisme kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus hingga saat ini belum menemukan titik temu. Bahkan persoalan tersebut dilaporkan ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

Konflik ini bermula, saat Ketua Umum KONI Kudus periode 2019-2023, Antoni Alfin diberhentikan lewat Muyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Kudus yang diadakan pada tanggal 20 Februari 2021, karena dianggap melanggar AD/RT organisasi.

“Kami akan berusaha memperjuangkan kebenaran dan keadilan, karena menurut klien kami tidak ada satupun AD/ART KONI yang dilanggar,” ucap Taufik Hidayat Kuasa Hukum dari Antoni Alfin di kantornya di Semarang, Kamis (25/3/2021).

Taufik menambahkan, jika memang telah terjadi pelanggaran AD/ART, masing-masing pihak seharusnya melakukan gugatan ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

“Oleh sebab itu saudara Antoni Alfin menguasakan kepada kami untuk menggugat hasil Musorkablub Kudus tahun 2021,” tuturnya.

Taufik menerangkan, pihaknya akan menggugat Ketua Umum KONI Jawa Tengah, karena telah mengeluarkan SK hasil dari Musorkablub Kudus bernomor 57/S.K/III/2021, tentang pengukuhan Personalia Pengurus KONI periode 2021-2025. Gugatan juga akan dilayangkan ke Ketum KONI hasil dari Musorkablub Kudus 2021 serta Plt Bupati Kudus.

“Karena Plt Bupati Kudus telah mengeluarkan surat rekomendasi untuk terbitnya SK dari KONI Jateng. Jika tidak ada rekomendssi Plt Bupati itu, SK dari KONI Jateng sesuai mekanisme AD/ART KONI tidak bisa keluar,” terangnya.

Taufik juga menjelaskan, pihaknya sudah siap dengan berkas yang telah lengkap untuk menggugat persoalan ini ke BAORI.

“Berkas kita telah memenuhi syarat, dan diterima dengan nomor perkara 03/P.BAORI/III/2021. Informasi yang kita terima, besok Minggu ketua KONI Kudus hasil Musorkablub akan dilantik di DPRD Kudus. Kami minta KONI Jateng untuk membatalkan pelantikan itu. Dengan dasar, gugatan kita telah diterima oleh BAORI,” lanjutnya.

Taufik menegaskan, jika pelantikan memang tetap dilakukan, pihaknya akan terus melakukan upaya hukum karena itu dianggap tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh BAORI.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.